@thesis{thesis, author={Khansa }, title ={President Jokowi’s Lip Service: Politicization of Discourse on Democracy and Anti-Corruption.}, year={0000}, url={http://repository.ub.ac.id/id/eprint/214526/}, abstract={Komunikasi memerlukan perhatian terhadap kejujuran dan kepercayaan. Komunikator harus mempunyai kredibilitas yang dapat dipercaya. Pidatonya akan dihargai jika sesuai dengan tindakannya. Kesenjangan antara tuturan dan pelaksanaan tindakan hanya akan menjadikan tuturan sebagai lip service. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lip service dari Presiden Jokowi dan mengungkap konteksnya. Pemahaman teks dan konteks yang saling terkait ini akan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai komunikasi lip service yang dilakukan Presiden Jokowi sekaligus pemahaman mengapa komunikasi lip service tersebut terjadi. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Politik (PDA). Metode PDA menganalisis teks lip service Jokowi dan konteksnya: bolehnya demonstrasi, revisi UU KPK, seruan kritik lagi, dan TWK pegawai KPK. Terlihat bahwa Presiden Jokowi melakukan komunikasi basa-basi ketika topik diskusi berkisar pada dua wacana utama: nilai-nilaifundamental demokrasi dan langkah-langkah antikorupsi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi semacam itu digunakan untuk mempolitisasi wacana tersebut dan menjaga citra Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang demokratis dan anti korupsi.} }