@thesis{thesis, author={Maharani Pertiwi K S.Si. and Nurdiyan - and Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah S.T.}, title ={Analisis Implementasi Penurunan Stunting Melalui Pola Asuh Orangtua Dan Sanitasi Lingkungan Pada Anak Usia Balita (Studi Kasus Di Desa Kedungdowo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro)}, year={2024}, url={http://repository.ub.ac.id/id/eprint/220144/}, abstract={Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik anak. Penyebab stunting diantaranya faktor gizi, pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan, pengetahuan ibu dan riwayat BBLR. Dukungan asupan gizi yang baik untuk anak memerlukan kemampuan ibu dalam memberikan pengasuhan pada anak dan sanitasi lingkungan keluarga. Latar belakang pendidikan orang tua juga merupakan unsur penting dalam menentukan status gizi anak. Tujuan penelitian mengidentifikasi hubungan pola asuh orangtua dengan kejadian stunting anak usia balita, mengidentifikasi hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting anak usia balita dan perencanaan percepatan penurunan angka stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan uji ChiSquare dan Analisis SWOT. Sampel berjumlah 34 dengan teknik sampling yang digunakan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 41,2 % responden dengan pola asuh otoriter memiliki anak stunting dan terdapat hubungan pola asuh orangtua dengan kejadian stunting anak usia balita dengan p-value 0,002. Penelitian menunjukan sebanyak 44,1 % responden dengan sanitasi lingkungan tidak sehat memiliki anak stunting dan terdapat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting anak usia balita dengan p-value 0,00. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan angka stunting di desa Kedungdowo naik turun grafiknya, namun ditahun 2021 memiliki angka lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan. Program memang telah berjalan dengan baik namun ada strategi yang diperlukan untuk memaksimalkan hal tersebut. Tetapi masih terdapat beberapa kendala yang terjadi di lapangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengetahuan tentang stunting, sarana dan prasarana yang belum memadai. Saran kepada pihak instansi Pemerintah Desa, tenaga kesehatan Desa, dan orangtua yang memiliki balita hendaknya saling bersinergi untuk meningkatkan status gizi balita yang dimulai dari menambah wawasan atau pengetahuan pentingnya pola asuh dan sanitasi yang baik agar mengurangi resiko stunting.} }