A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_sessionucupntfsd9dgft8n3e9704uorof4430p): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Chen Dewi },
title ={Aplikasi PSAK 52 Tentang Mata Uang Pelaporan Sebagai Informasi Tambahan Guna Meningkatkan Relevansi Laporan Keuangan PT X Di Sidoarjo},
year={2001},
url={http://repository.ubaya.ac.id/6659/},
abstract={Persaingan yang ketat dewasa ini mengharuskan badan usaha
mengambil keputusan strategis. Diantaranya dengan memperluas
kegiatan ekonominya hingga ke mancanegara, dan tidak lagi hanya beroperasi di pasar domestik. Dengan semakin tingginya
frekuensi kegiatan ekonomi lintas negara maka semakin banyak
pula transaksi yang melibatkan mata uang asing. Dampak lain,
pihak yang berkepentingan terhadap informasi keuangan tidak hanya pengguna domestik tetapi juga melibatkan pula pengguna
di luar negeri seperti kreditur asing. Mempertimbangkan hal
tersebut, maka muncul tuntutan akan kualitas laporan
keuangan yang relevan. PT 'X' merupakan salah satu badan usaha yang banyak melakukan transaksi ekspor impor yang
melibatkan mata uang asing. Dari hasil pengujian indikator
mata uang fungsional, diketahui bahwa telah terjadi perubahan mata uang fungsional PT 'X' dari Rupiah menjadi USD. Namun dalam menyajikan laporan keuangannya, PT 'X'
masih menggunakan mata uang lokal Rupiah. Kenyataannya,
pada kondisi Rupiah yang tidak stabil, hal tersebut
mengakibatkan terdistorsinya laporan keuangan yang disajikan
badan usaha. Dalam rangka manyediakan informasi keuangan
yang relevan yang mampu memenuhi kebutuhan penggunanya, maka
laporan keuangan yang disajikan dalam Rupiah diukur kembali menggunakan mata uang fungsionalnya (USD) melalui penerapan
PSAK 52. Adapun tujuan pengukuran kembali akun-akun laporan keuangan Rupiah ke USD adalah untuk mendapatkan saldo awal
yang akan digunakan untuk tujuan pencatatan akuntansi pada
awal tahun buku periode berikutnya. Dari analisis yang
dilakukan terhadap laporan keuangan Rupiah dan USD menunjukkan perbedaan dimana kinerja keuangan dalam Rupiah
overstated terhadap peningkatan riilnya dalam USD. Hal ini menunjukkan laporan keuangan Rupiah tidak memberikan
gambaran kemampuan badan usaha yang sesungguhnya. Dengan
demikian laporan keuangan Rupiah tidak relevan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan bagi pihak internal
maupun pihak eksternal. Penggunaan USD sebagai mata uang
pelaporan ini dimaksudkan untuk menghasilkan informasi yang
lebih relevan dalam mencerminkan kondisi dan kinerja keuangan badan usaha. Sehingga dapat memberikan dasar yang
layak bagi pertimbangan-pertimbangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi. Penerapan PSAK 52 tentang
mata uang pelaporan ini harus diterapkan secara konsisten.
Ini terkait dengan upaya antisipasi terhadap gejolak nilai
tukar Rupiah terhadap USD yang masih belum stabil hingga
saat ini, dimana Rupiah mudah melemah dan menguat sewaktu-waktu. baik karena faktor moneter maupun nonmoneter.
Penyajian laporan keuangan dalam USD ini bersifat sebagai
informasi tambahan sebagai bagian integral dari laporan
keuangan yang ada.}
}