A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_sessiontbjm5o56r8ajuov35jnfgf9o9t4f45la): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={. Stevy},
title ={Perancangan Standart Operation Procedure Dalam Rangka Meminimumkan Jumlah Cacat di UD. Laju Karya},
year={2001},
url={http://repository.ubaya.ac.id/6822/},
abstract={UD. Laju Karya adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang menghasilkan permen. Salah satu produk yang dihasilkan berupa permen bola dan permen drop. Kedua jenis permen ini mempunyai proses produksi yang sama.
Permasalahan pada perusahaan ini timbul karena banyaknya jumlah produk cacat
yang dihasilkan. Banyaknya produk cacat pada masa krisis perlu dipertimbangkan cara untuk menguranginya. Jumlah cacat yang besar dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit jika tidak dicari jalan keluarnya. Dengan cara mengurangi jumlah cacat berarti meningkatkan hasil produksi, sehingga kerugian dapat ditekan.
Pertama-tama dicari jenis-jenis dan frekuensi cacat yang ada selama proses produksi permen. Pada pengamatan ini difokuskan pada permen bola dan permen drop serta pada jenis-jenis cacat dengan frekuensi cacat terbanyak. Setelah itu, dianalisis faktor-faktor penyebab cacat yang paling dominan. Dengan mengetahui faktor penyebab cacat, dapat dicari alternatif-alternatif yang mungkin dijalankan untuk menurunkan jumlah cacat.
Cara yang digunakan untuk mengurangi jumlah cacat, yaitu dengan menyusun standart operation procedure pada seluruh bagian dari proses produksi permen bola dan permen drop. Dengan standart operation procedure diharapkan dapat mengurangi jumlah cacat dan proses produksi lebih terkendali. Sebelum menyusun standart operation procedure terlebih dahulu dilaknkan perubahan dalam job description operator dan pengawas produksi.
Setelah dilakukan perbaikan (implementasi), dilakukan pembandingan antara kondisi awal dan kondisi setelah dilakukan perbaikan (implementasi). Hasil yang diperoleh adalah terjadi penurunan jumlah cacat sebesar 35-40 %. Pembandingan dilakukan untuk mengetahui apakah usaha perbaikan yang dilakukan efektif atau tidak.
Dari hasil implementasi diperoleh hasil bahwa jenis-jenis cacat dengan frekuensi terbanyak dapat diturunkan. Jadi perbaikan-perbaikan dan penyusunan standart operation procedure dapat membantu perusahaan dalam menurunkan dan mengontrol jumlah cacat yang terjadi.}
}