@thesis{thesis, author={Alvin Pranata (NIM. 1031011001)}, title ={Analisis Kelayakan Kadar Cassiterite pada Tailing Penambangan di Tambang Besar 1.42 Pemali PT Timah (Persero) Tbk Kabupaten Bangka}, year={2016}, url={http://repository.ubb.ac.id/2147/}, abstract={Bahan galian tertambang dan sudah diolah adalah bahan galian yang telah melawati tahapan penambangan dan proses pengolahan, tetapi tidak atau belum dimanfaatkan. Bahan galian tersebut umumnya berupa tailing atau by product. Dalam penambangan bijih timah kehadiran tailing tidak bisa dihindari, tailing umumnya masih mengandung mineral-mineral berharga. Hal ini disebabkan karena pengolahan bijih timah tidak akan mencapai perolehan (recovery) 100%. Pada penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil beberapa sampel dari lokasi tailing, sampel tailing tersebut kemudian diuji menggunakan metode analisa ikhtisar mikroskop untuk mendapatkan kadar cassiterite beserta ineral yang terkandung di dalamnya. Dari hasil analisa kadar sampel tailing yang ditunjang dengan data BOP (Biaya Operasi Penambangan), data BEP (Break Even Production) dan data COG (Cut Off Grade), diperolah bahwa pada lokasi tailing TB 1.42 Pemali memiliki kadar rata-rata 1,88 % Sn atau sama dengan 6,06 kg Sn/m3, sedangkan nilai COG adalah 0,19 kg Sn/m3, nilai BEP adalah 11.340 kg Sn. Dari penelitian tersebut juga diketahui mineral-mineral yang terkandung dalam sampel tailing penambangan TB 1.42 Pemali antara lain ilmenite,pyrite, tourmalite, quarts, limonite, biotite, dan mineral utamanya adalah cassiterite. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tailing penambangan pada TB 1.42 Pemali masih memiliki niali yang ekonomis atau layak untuk diolah kembali} }