@thesis{thesis, author={Muhammad Rafliansyah (NIM. 1031511031)}, title ={Analisis penggunaan powder factor terhadap fragmentasi pada lubang ledak vertikal dan inclined di PT Aditya Buana Inter}, year={2019}, url={http://repository.ubb.ac.id/2805/}, abstract={Pada kegiatan peledakan di PT Aditya Buana Inter secara keseluruhan dari hasil 4 kali pengamatan peledakan untuk geometri peledakan lubang ledak vertikal dengan rata-rata burden 2,5 m, spacing 2,413 m, tinggi jenjang 6 m, stemming 2,3 m, panjang isian 4 m dan diameter lubang ledak 3 inch, jumlah bahan peledak yang digunakan rata-rata 667 kg setiap peledakan dan tonase batuan rata-rata 2090,25 m3 5225,63 ton dan memiliki nilai powder factor rata- rata 0,318 kg/m3 dengan fragmentasi rata-rata sebesar 72,05 cm. Untuk geometri peledakan lubang ledak inclined dengan rata-rata burden 2,5 m, spacing 2,413 m, tinggi jenjang 6,21 m, stemming 2,3 m, panjang isian 4,21 m dan diameter lubang ledak 3 inch, jumlah bahan peledak yang digunakan rata-rata 231 kg setiap peledakan dan tonase batuan rata-rata 718,44 m3 1796,1 ton dan memiliki nilai powder factor rata-rata 0,321 kg/m3 dengan fragmentasi rata-rata sebesar 26,82 cm. Desain usulan yang tepat untuk memperbaiki hasil peledakan dengan penggunaan geometri peledakan lubang ledak miring atau inclined dengan sudut kemiringan 15°, berdasarkan evaluasi geometri peledakan aktual yang telah dimodifikasi dengan perhitungan yang baik, yaitu burden 2,5 m, spasing 2,5 m, stemming 2,56 m, tinggi jenjang 9,21 m, subdrilling 0,6 m , dan panjang isian 7,25 m. Diperoleh nilai Powder Factor yang sangat efisien yakni sebesar 0,26 kg/m³ dibandingkan dengan geometri aktual rata-rata lubang ledak vertikal sebesar 0,318 kg/m³ dan lubang ledak inclined sebesar 0,321 kg/m³, serta distribusi fragmentasi batuan hasil peledakan yang sesuai dengan target dimana batuan yang berukuran > 100 cm menjadi 0% dibandingkan dengan geometri aktual lubang ledak vertikal sebesar 29,6%.} }