@thesis{thesis, author={Siti Nurhidayah (NIM. 5011411061)}, title ={Pariwisata minat khusus dalam metode belajar di kota Pangkalpinang (studi pada pondok pesantren Daarul Mahabbah kota Pangkalpinang)}, year={2021}, url={http://repository.ubb.ac.id/5458/}, abstract={Tulisan ini mengkaji tentang pariwisata minat khusus dalam metode belajar di Kota Pangkalpinang. Pondok pesantren yang selama ini dalam kesan masyarakat hanya mempelajari tentang pendidikan agama Islam yang berupa akhlak dan kajian Islami, ternyata di zaman modern ini pondok pesantren mampu mengikuti perkembangan zaman. Dalam penelitian ini mempelajari metode belajar melalui praktek pariwisata minat khusus. Tujuan dari tulisan ini untuk mendeskripsikan alasan dan hambatan metode belajar ini bagi pihak pondok pesantren. Untuk menganalisis masalah ini digunakan teori jaringan sosial oleh Robert M.Z Lawang, teori ini dapat dimengerti melalui 6 poin yaitu ikatan antar simpul, kerja antar simpul, ketahanan beban bersama, keterkaitan yang tidak dapat berdiri sendiri, tidak terpisahkan, dan norma yang mengatur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan purposive sampling dan menemukan 9 informan yaitu pengurus pondok pesantren, orang tua, pengunjung, dan santri. Selanjutnya tulisan ini dilakukan dengan 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kegiatan yang menjadi strategi pondok pesantren Daarul Mahabbah Kota Pangkalpinang dalam metode belajar. Strategi yang pertama kegiatan memanah, yang kedua kegiatan berkuda, yang ketiga outbond seperti permainan diluar kelas. Sementara peneliti menemukan ada 5 hambatan yaitu keterbatasan lahan, fasilitas dan peralatan kegiatan, jumlah kuda, tenaga pengurus dan pengajar dan kondisi cuaca. Selanjutnya hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teori jaringan sosial oleh Robert M.Z Lawang dengan 6 poin pengertian yaitu ikatan antar simpul, kerja antar simpul, ketahanan beban bersama, keterkaitan yang tidak dapat berdiri sendiri, tidak terpisahkan, dan norma yang mengatur.} }