@thesis{thesis, author={Tiara Lestari (NIM. 1041611061)}, title ={Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Campuran Limbah Gypsum (Flue Gas Desulfurization) Ditinjau dari Pengujian CBR}, year={2023}, url={http://repository.ubb.ac.id/8031/}, abstract={Tanah gambut dikategorikan sebagai material tanah dasar yang buruk bila harus menerima beban yang cukup besar sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan terhadap konstruksi yang akan dibangun diatasnya. Gypsum Flue Gas Desulfurization (FGD) memiliki kandungan senyawa kalsium oksida dalam keadaan cair akan menyebabkan daya ikat antar butiran meningkat. Tanah gambut yang diuji berasal dari tanah sekitar Universitas Bangka Belitung dan Limbah Gypsum Flue Gas Desulfurization (FGD) berasal dari unit metulurgi PT. Timah Muntok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran limbah gypsum (flue gas desulfurization) sebagai bahan tambah stabilisasi tanah gambut yang dilihat dari nilai California Bearing Ratio (CBR) dalam keadaan terendam (soaked), serta untuk mengetahui berapa persentase bahan tambah limbah gypsum (flue gas desulfurization) yang digunakan untuk mendapatkan nilai CBR tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan melakukan pengujian untuk memperoleh data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pengaruh campuran limbah Gypsum Flue Gas Desulfurization (FGD) sebagai bahan stabilisasi dilihat dari nilai CBR dalam keadaan terendam (soaked) pada tanah gambut asli didapat nilai CBR sebesar 3,18%, tanah gambut yang ditambahkan 5% limbah FGD didapat nilai CBR sebesar 6,07%, tanah gambut ditambahkan 10% limbah Gypsum FGD didapat nilai CBR sebesar 7,74% dan tanah gambut yang ditambahkan 15% limbah Gypsum FGD didapat nilai CBR sebesar 7,83%. Sehingga penambahan campuran limbah Gypsum FGD pada tanah gambut dapat memberikan pengaruh positif pada nilai CBR. (2) Persentase bahan tambah limbah Gypsum FGD yang digunakan untuk mendapatkan nilai CBR tertinggi adalah 15% dengan nilai CBR sebesar 7,83%.} }