@thesis{thesis, author={Donna Ardila Aprillia (NIM. 5022011013)}, title ={Fenomena politik kekerabatan pada pemilu 2024 di Pulau Bangka}, year={2024}, url={http://repository.ubb.ac.id/9485/}, abstract={Praktik politik kekerabatan mengarah pada regenerasi kekuasaan untuk kepentingan golongan tertentu, yakni anak, suami, istri, adik, dan kakak dengan tujuan mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan. Banyak anggota keluarga dari para petinggi politik di Pulau Bangka yang mencalonkan diri dalam Pemilu 2024, baik itu menjadi anggota DPRD hingga bertarung untuk memperebutkan kursi DPR RI dan DPD RI. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Politik Kekerabatan dari Schneider (1968). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dimana sumber data primer didapatkan melalui wawancara dengan informan sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui bahan pustaka yang dapat mendukung informasi primer. Kriteria informan dalam penelitian ini adalah klan atau patron, calon legislatif, partai politik, tokoh masyarakat, dan pengamat politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat politik kekerabatan pada Pemilu 2024 di Pulau Bangka pada keluarga Sukirman (Bupati Bangka Barat 2021-2024), Syahbudin (Wakil Bupati Bangka 2018- 2023), Riza Herdavid (Bupati Bangka Selatan 2021-2024), Era Susanto (Wakil Bupati Bangka Tengah 2021-2024), dan Maulan Aklil (Walikota Pangkalpinang 2018-2023). Bentuk politik kekerabatan di Pulau Bangka adalah memunculkan anak, suami, istri, adik, dan kakak, partai politik sebagai instrumen untuk menjalankan politik kekerabatan, adanya pola untuk kepentingan bersama anggota keluarga serta membentuk jaringan yang kuat dalam proses pencalonan Caleg. Berkembangnya politik kekerabatan di Pulau Bangka dikarenakan adanya faktor para elit politik yang ingin mempertahankan atau melanggengkan kekuasaan, disfungsi partai politik, lemahnya kaderisasi, adanya peluang politik bagi politik kekerabatan, populisme pemilih, dan sistem Pemilu yang memberi ruang praktik politik kekerabatan. Daya dukung struktur keluarga dan konstruksi sosial menjadi penentu sehingga politik kekerabatan masih berlangsung pada kontestasi pemilu 2024 di pulau Bangka.} }