@thesis{thesis, author={Anggreani Titi}, title ={Analisis Kesehatan Bank Menggunakan Metode CAMEL Pada Bank Pembangunana Daerah (BPD) Di Provinsi Indonesia Bagian Tengah dan Indonesia Bagian Timur Periode 2013-2018}, year={2020}, url={http://repository.ubharajaya.ac.id/15314/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris mengenai analisis kesehatan bank pada CAMEL pada BPD Di Provinsi Indonesia Bagian Tengah seperti BPD Bali, BPD Kalsel, BPD Kaltimtara, BPD Sultra dan Indonesia Bagian Timur yaitu BPD Papua Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini yaitu Capital Adequacy Ratio, Asset, Management, Earning dan Liquiditas. Pengujian ini menggunakan analisis perbandingan rasio keuangan yang laporannya diambil dari laporan laba rugi perusahaan atau rasio keuangan. Hasil pengujian ini dikatakan bahwa nilai (Capital Adequacy Ratio) CAR pada BPD Papua yang paling rendah sepanjang tahun 2013-2018. Nilai (Non Performing Loan) NPL BPD Bali adalah yang paling sehat di antara BPD lainnya. Nilai Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BPD kalsel menjadikan pendapatan bunga yang didapat lebih banyak dibandingan beban bunga yang diperoleh. Net Interest Margin (NIM) BPD Kalsel dan BPD Sultra memiliki nilai pendapatan bunga bersih yang sehat karena sudah dikurangi dengan beban pokok. Nilai Return on Assets (ROA) pada Kaltimtara masih menunjukkan nilai yang paling stabil karena kemampuan bank menggunakan asset dikelola dengan efektif dan efisien. Nilai (Return on Equity) ROE BPD Bali dan BPD Sultra terlihat bahwa modal sahamnya kuat sehingga laba yang diuntungkan pun meningkat. Nilai (Loan to Deposit Ratio) LDR BPD Bali dan BPD Papua memiliki tingkat LDR yang dapat dikatakan sehat karna pertahunnya BPD Bali dan BPD Papua mampu membayar utang jangka panjangnya sebelum jatuh tempo.} }