@thesis{thesis, author={Arif Basari}, title ={Pola Komunikasi antara Petugas Rutan Pondok dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). (Studi Fenomenologi Tentang Pola Komunikasi Petugas Rutan dengan Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur).}, year={2016}, url={http://repository.ubharajaya.ac.id/522/}, abstract={Rutan (Rumah Tahanan) adalah tempat untuk tahanan dan narapidana. Di dalam Rutan, tahanan atau narapidana yang disebut dengan Warga Binaan Pemasyarakatan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan. Kegiatan pembinaan bertujuan untuk memberikan bekal kepada Warga Binaan Pemasyarakatan berupa kemandirian maupun kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui Bagaimana Pola Komunikasi antara Petugas Rutan dengan Warga Binaan Pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Fenomenologi. Lokasi yang menjadi tempat penelitian ini adalah Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam kepada tujuh informan, observasi partisipan dari bulan April - Juli dan dokumen resmi Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Hasil dari penelitian ini komunikasi antara Petugas Rutan dengan Warga Binaan Pemasyarakatan, Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur. Bahwa (1) Proses komunikasi yang terjadi adalah Petugas Rutan sebagai komunikator dan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai komunikan. (2) Dengan komunikasi membuat hubungan Petugas Rutan dengan Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi lebih baik, selain itu dengan komunikasi Warga Binaan Pemasyarakatan dapat mengembangkan kemampuan diri, baik secara teoritis maupun praktis. (3) Pola Komunikasi antara Petugas Rutan dengan Warga Binaan Pemasyarakatan menggunakan pesan verbal secara lisan, dengan isi pesan yaitu informasi, edukasi dan motivasi. Kemudian komunikasi non verbal menggunakan anggukan kepala, lirik mata, dan telunjuk tangan. Serta komunikasi yang berlangsung memberikan manfaat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dan Petugas Rutan yaitu menjadi lebih toleransi, sabar, mempunyai banyak teman dan meningkatkan kepercayaan diri. Kegiatan pembinaan menggunakan saluran komunikasi formal dan informal. Saluran formal berupa; ceramah, kebaktian, dan pengajian sedangkan saluran informal seperti; sharing, obrolan santai dan kekeluargaan. Kata Kunci : Pola Komunikasi, Petugas Rutan, Warga Binaan Pemasyarakatan.} }