@thesis{thesis, author={Hendra Seftiawan}, title ={AN ANALYSIS OF GRICE`S COOPERATIVE PRINCIPLE IN SASAK LANGUAGE: A DESCRIPTIVE STUDY ON THE USE OF NGGETO – NGGETEDIALECT IN LOMBOK TIMUR}, year={2015}, url={http://repository.ugr.ac.id:1015/721/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyelidiki apakah orang Sasak, khususnya mereka yang menggunakan dialek "nggeto - nggete" menggunakan empat pepatah atau peribahasa lain. (2) menyelidiki dan membuktikan jika orang-orang Sasak (orang-orang yang menggunakan dialek 'nggeto-nggete'), khususnya, mereka yang tinggal di Sukamulia tidak pernah menggunakan prinsip-prinsip Grice dalam percakapan sehari-hari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena mencoba untuk menguraikan dengan jelas apakah orang Sasak yang menggunakan dialek 'nggeto-nggete' menggunakan teori maksim atau kooperasi-prinsip dalam berkomunikasi sehari-hari. Namun, jika mereka tidakmenggunakan teori, peneliti menjelaskan mengapa mereka melakukan itu dengan menghubungkannya dengan teori kesantunan. Teknik pengumpulan yang digunakan oleh Peneliti adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah (1) "koperasi-prinsip" Grice yang terdiri dari maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim hubungan / relevan, dan maksim cara, tidak digunakan dalam percakapan bahasa Sasak sehari-hari khususnya di Desa Sukamulia Timur; (2) Orang – orang yang menggunakan dialek 'nggeto-nggete', khususnya, mereka yang tinggal di Sukamulia, selalu tidak menggunakan pepatah Grice dan prinsip-prinsipnya dalam berkomunikasi, untuk memberikan pilihan atau membuat informasi lebih jelas terhadap pendengar. Itu sesuai dengan aturan teori kesopanan kedua yang dicetuskan oleh Lakoff.} }