@thesis{thesis, author={Sirait Eviyanti}, title ={Hukum jual beli mayat di tinjau dari perspektif Imam Abu Hanifah (Studi kasus desa Jonggi Manulus kec. Parmaksian kab. Toba Samosir TOBA SAMOSIR)}, year={2018}, url={http://repository.uinsu.ac.id/4497/}, abstract={Skripsi yang berjudul ?HUKUM JUAL BELI MAYAT PERSPEKTIF IMAM ABU HANIFAH (STUDI KASUS DESA JONGGI MANULUS KECAMATAN PARMAKSIAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR). Tujuan untuk mengetahui praktek jual beli mayat di Desa Jonggi Manulus Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir, Imam Abu Hanifah Dan Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Metode penelitian ini adalah hukum normatif, dan normatif empiris. pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan data sekunder yang diperlukan dari penelitian objek yang sebenarnya, dengan tekhnik data setelah dianalisis secara induktif dan dekskriptif. Kemudian ditarik sebuah kesimpulan hasil penelitian ini yaitu Praktek jual beli mayat yang terjadi di Desa Jonggi Manulus Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir dikarenakan kurangnya pemahaman mereka tentang hukum termasuk jual beli mayat, serta kurangnya pengetahuan agama dan karena faktor ekonomi. Menurut Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa mayat bukan harta jadi tidak dapat dimanfaatkan dengan jual beli atau ganti rugi, dengan dasar bahwa mayat itu adalah najis, dan setiap najis menimbulkan dampak hukum, maksudnya jika seseorang menjual najis maka hasil dari penjualan itu dihitung najis dan hal ini jatuh pada hukum haram. Dalam hukum perundang-undangan tidak sah hukumnya karena tidak memenuhi prosedur atau peraturan jual beli yang ada di Undang-Undang. Kata kunci : Jual Beli Mayat, Abu Hanifah.} }