@thesis{thesis, author={Harahap Dedi}, title ={Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pembiayaan Kpr Di Bank Muamalat Medan}, year={2014}, url={http://repository.uinsu.ac.id/473/}, abstract={Kredit Pemilikan Rumah menjadi isu menarik baik dikalangan perbankan maupun calon debitur peminat KPR. Saat ini, bank-bank sepertinya berlomba untuk melayani KPR. Tentunya sangat logis jika bisnis ini digeluti oleh perbankan, karena sangat menguntungkan dalam jangka panjang dan tingkat resiko kredit bermasalahnya pun sangat kecil. Begitu pula bank-bank syari?ah sekarang sudah mulai merambah ke sektor properti tersebut. Salah satu alasannya disebabkan oleh mayoritas penduduk Indonesia memiliki komitmen agama yang relatif baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh yang signifikan pendapatan, biaya transport, pelayanan dan religi terhadap pembiayaan KPR di Bank Muamalat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian koefisien tingkat pendapatan menunjukkan nilai sebesar 0,336 yang bermakna bahwa setiap kenaikan pendapatan sebesar 1 persen akan meningkatkan pembiayaan KPR sebesar 0,336 persen dan bersifat inelastis. Koefisien variabel biaya transport menunjukkan nilai sebesar -0,06 yang bermakna bahwa semakin tinggi biaya transport perumahan ke kantor maka akan menurunkan pembiayaan KPR sebesar 0,06 persen dan bersifat inelastis. Koefisien variabel pelayanan menunjukkan nilai sebesar 0,482 yang bermakna bahwa setiap peningkatan pelayanan sebesar 1 persen akan meningkatkan pembiayaan KPR sebesar 0,48 persen dan bersifat inelastis. Religius berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan KPR pada Bank Muamalat Medan. Semakin tinggi tingkat religi seseorang maka akan meningkatkan pembiayaan KPR pada Bank Muamalat Medan. Religi merupakan salah satu pendukung nasabah dalam melakukan pembiayaan KPR pada Bank Syariah, diharapkan pada Bank Syariah lebih mensosialisasikan perbandingan pembiayaan KPR di Bank Syariah dengan pembiayaan KPR di Bank Konvensional, agar nasabah mengerti letak perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional serta bank-bank syari?ah di Indonesia harus tetap memelihara kesyari?ahannya.} }