@thesis{thesis, author={Hasibuan Fariza Ramadani}, title ={Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Penalaran Matematis Siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Konvensional pada Materi Pokok Integral di Kelas XI MA Tahfizhil Qur’an Medan Yayasan I}, year={2019}, url={http://repository.uinsu.ac.id/8538/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional di kelas XI MA Tahfizhil Qur?an Medan Yayasan Islamic Centre Sumatera Utara Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MA Tahfizhil Qur?an Medan Yayasan Islamic Centre Sumatera Utara Tahun Pelajaran 2018/2019 yang yang berjumlah 147 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah di kelas XI IPA-1 dan XI IPA-2 yang masing-masing berjumlah 38 siswa, yang ditentukan dengan cara cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil Temuan ini menunjukkan: 1) Kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi integral dengan Fhitung = 10,723 > Ftabel pada taraf (? = 0,05) = 3,905; 2) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi integral dengan Fhitung = 7,729 > Ftabel pada taraf (?= 0,05) = 3,970 dan dilanjutkan dengan Uji Tukey diperoleh Q3(A 1B1 dan A 2B1 ) Qhitung > Qtabel di mana Q hitung = 3,932 dan Q tabel = 2,863; 3) Kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah tidak lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi integral dengan Fhitung = 3,532 < Ftabel pada taraf (?= 0,05) = 3,970 dan dilanjutkan dengan Uji Tukey diperoleh Q4(A 1B2 dan A 2B2 ) Qhitung < Qtabel di mana Q hitung = 2,658 dan Q tabel = 2,863; 4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran yang digunakan terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa dengan Fhitung = 0,291 < Ftabel pada taraf (?= 0,05) = 3,905. ii Simpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan penalaran matematis siswa lebih baik diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah.} }