@thesis{thesis, author={Wahyuni Yenni Sri}, title ={Implementasi Strategi Pembelajaran Cooperative Script pada Aspek Sejarah Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII-1 SMPN 3 Pulau Rakyat Kabupaten Asahan}, year={2020}, url={http://repository.uinsu.ac.id/9539/}, abstract={Strategi pembelajaran cooperative script digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran. Dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMP, salah satu aspek materi yang diajarkan adalah aspek sejarah (tarikh), pada aspek sejarah ini materi yang diajarkan memiliki cakupan yang luas, sehingga penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat akan mengakibatkan kejenuhan peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu guru harus pandai memilih strategi pembelajaran yang tepat pada aspek ini, agar tujuan dari materi dapat tercapai dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah:(1) Untuk mengetahui bagaimana implementasi strategi pembelajaran cooperative script pada aspek sejarah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa kelas VIII-1 di SMP Negeri 3 Pulau Rakyat Kabupaten Asahan, (2) Untuk mengetahui apa faktor pendukung dalam implementasi strategi pembelajaran cooperative script pada aspek sejarah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa kelas VIII-1 di SMP Negeri 3 Pulau Rakyat Kabupaten Asahan, (3) Untuk mengetahui apa faktor penghambat dalam implementasi strategi pembelajaran cooperative script pada aspek sejarah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa kelas VIII-1 di SMP Negeri 3 Pulau Rakyat Kabupaten Asahan. Dari hasil penelitian secara umum bahwa, implementasi strategi pembelajaran cooperative script pada aspek sejarah kelas VIII-1 di SMPN 3 Pulau Rakyat Kabupaten Asahan sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari langkah-langkah dalam strategi pembelajaran cooperative script yang dilakukan oleh guru sudah terlaksana 80%. Dikarenakan adanya faktor-faktor yang mendukung dintaranya: (1) dukungan kepala sekolah, (2) kondisi kelas yang nyaman, (3) sarana dan prasarana yang tersedia, (4) sikap antusias dari siswa, (5) adanya reward guru dari. Walaupun ada beberapa faktor penghambatnya yaitu: (1) waktu yang tidak memadai, (2) jumlah siswa yang banyak, dan (3) kondisi siswa.} }