@thesis{thesis, author={Dirgantara Dendy}, title ={Analisis Pengendalian Risiko Persediaan Bahan Baku Produk Tube Isarplas 40 Gr dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) di PT. Aica Indria pada Tahun 2021}, year={2022}, url={http://repository.uki.ac.id/11885/}, abstract={Persediaan bahan baku dalam perusahaan manufaktur memiliki peran penting dalam upaya menunjang produktivitas dan kinerja perusahaan. Persediaan merupakan aktiva perusah aan yang harus dikelola dengan tepat dan benar untuk menunjang proses produksi. Persediaan bahan baku yang tidak baik akan memberikan risiko terhadap proses produksi dan tidak tercapainya permintaan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi risiko yang terjadi pada bahan baku yang dapat mengakibatkan terganggunya proses produksi tube isarplas 40 gr. (2) mengukur besar risiko dari KTD yang diidentifikasi dan (3) memitigasi peluang dan dampak dari KTD yang sangat mempengaruhi proses produksi. Hasil penelitian menunjukan kejadian yang tidak dikehendaki dari risiko bahan baku, yaitu: (1) kerusakan bahan baku, (2) kekurangan persediaan bahan baku di gudang, (3) terlambatnya kedatangan bahan baku, (4) kelebihan persediaan bahan baku dan (5) bahan baku tidak sesuai dengan spesifikasi. Mengukur besaran risiko dari KTD yang diidentifikasi dan mengkategorikan tingkat risiko, (1) kerusakan bahan baku, risiko ini termasuk dalam kategori moderate risk, sehingga menghasilkan peniliain ?risiko ini perlu pengendalian manajemen dan memberikan dampak kerugian kepada perusahaan?. (2) kekurangan persediaan bahan baku, risiko ini termasuk dalam kategori extreme risk, sehigga menghasilkan penilaian ?risiko ini tidak dapat diterima dan memberikan dampak terganggunya proses produksi tube isarplas 40 gr serta menyebabkan kerugian yang besar bagi perusahaan?. (3) terlambatnya kedatangan bahan baku, risiko ini termasuk dalam kategori extreme risk, sehingg menghasilkan penilaian ?risiko ini tidak dapat diterima dan akan memberikan dampak besar kepada proses produksi tube isarplas 40 gr serta menyebabkan kerugian yang besar bagi perusahaan?. (4) kelebihan persediaan bahan baku, risiko ini termasuk dalam kategori very low risk, sehingga menghasilkan penilaian ?risiko ini dapat diterima dan tidak memberikan kerugian kepada perusahaan?. (5) bahan baku tidak sesuai dengan spesifikasi, risiko ini termasuk dalam kategori low risk, sehingga menghasilkan penilaian ?risiko ini masih dapat diterima dan tidak akan memberikan dampak yang besar kepada perusahaan?. Memitigasi peluang dan dampak dari KTD yang sangat mempengaruhi proses produksi tube isarplas 40 gr, (2) untuk megurangi terjadinya kekurangan persediaan bahan baku dan (3) terlambatnya kedatangan bahan baku perlu dilakukannya pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan metode EOQ. hasil yang diperoleh dari perhitungan metode EOQ menunjukan bahwa keseluruhan kebutuhan persediaan bahan baku, safety stock untuk 1 tahun dapat terpenuhi dan proses produksi dapat berjalan secara kontiyu, sedangkan (1) untuk meminimalisir terjadinya kerusakan bahan baku perlu diadakannya training material handling untuk seluruh karyawan yang khususnya melakukan pembongkaran, pemuatan,penyimpanan, dan pendistribusian produk, serta (5) untuk mengurangi terjadinya risiko bahan baku tidak sesuai dengan spesifikasi dapat melakukan audit penilaian dan evaluasi kepada seluruh supplier bahan baku produk tube isarplas 40 gr secara berkali seperti 6 bulan sekali. Kata Kunci : manajemen risiko, persediaan bahan baku, KTD, EOQ, material handling. / Inventory of raw materials in manufacturing companies has an important role in supporting the productivity and performance of the company. Inventory is a company asset that must be managed properly and correctly to support the production process. Inventory of raw materials that are not good will pose a risk to the production process and not achieving customer demand. The purpose of this study is (1) to identify the risks that occur in raw materials that can cause disruption of the production process of 40 gr isarplast tube. (2) measuring the risk of KTD identified and (3) mitigating the opportunities and impacts of adverse events that greatly affect the production process. The results showed undesirable events from the risk of raw materials, namely: (1) damage to raw materials, (2) shortage of raw material inventory in the warehouse, (3) late arrival of raw materials, (4) excess inventory of raw materials and (5) raw materials do not meet specifications. Measuring the amount of risk from KTD identified and categorizing the level of risk, (1) damage to raw materials, this risk is included in the moderate risk category, resulting in an assessment of "this risk needs management control and has an impact on the company's l osses". (2) lack of raw material inventory, this risk is included in the category of extreme risk, so that it results in an assessment of "this risk is unacceptable and has an impact on the disruption of the 40 gr Isarplast tube production process and causes huge losses for the company". (3) late arrival of raw materials, this risk is included in the category of extreme risk, thus resulting in the assessment "this risk is unacceptable and will have a major i} }