@thesis{thesis, author={Mustamu Deliza Priyanka}, title ={Keefektifan Tiga Jenis Hand Sanitizer yang Digunakan di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia}, year={2018}, url={http://repository.uki.ac.id/16527/}, abstract={Infeksi adalah penyebab kematian utama setelah penyakit gangguan kardiovaskular. Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan jari-jemari menggunakan air atau cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih. Mencuci tangan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan keracunan makan. Antimikroba adalah zat atau substansi pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan. Antimikroba pada dasarnya memiliki dua mekanisme yaitu, bakteriostatik (melemahkan bakteri) dan bakterisida (membunuh bakteri). Penelitian ini dilakukkan untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni kuman sebelum dan sesudah menggunakan Hand Sanitizer dengan metode swab pada telapak tangan kanan mahasiswa Fakultas Kedokteran UKI. Pengumpulan data diambil dari hasil inkubasi kuman yang ditanam di media agar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis untuk melihat perbandingan jumlah koloni kuman sebelum dan sesudah menggunakan Hand Sanitizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Hand sanitizer 1, rata-rata jumlah koloni bakteri sebelum dicuci sebesar 170,20, dan setelah dicuci sebesar 72,87. Pada hand sanitizer 2, rata-rata jumlah koloni bakteri sebelum dicuci sebesar 190,00, dan setelah dicuci sebesar 67,27. Pada hand sanitizer 3, rata-rata jumlah koloni bakteri sebelum dicuci sebesar 256,93, dan setelah dicuci sebesar 72,07. Terdapat perbedaan bermakna antara jumlah koloni sebelum dan setelah mencuci tangan dengan ketiga jenis hand sanitizer yang ditunjukkan dengan nilai Sig < 0,05. Tetapi berdasarkan uji statistik diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata jumlah koloni setelah mencuci tangan antara ketiga jenis hand sanitizer yang ditunjukkan dengan nilai Sig (0,987) > 0,05. Kata kunci : Hand Sanitizer, Koloni Kuman} }