A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Dave Gerald and Fransiscus and Givenchy Angela },
title ={Perbandingan efektivitas pemberian daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan daun pepaya (Carica papaya L) terhadap penyembuhan luka pada kulit tikus putih (Rattus novergicus)},
year={2019},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/20729/},
abstract={Latar Belakang: Angka kejadian luka akut maupun kronis meningkat setiap tahun. Luka terbanyak yang terjadi pada penduduk didunia yaitu sebanyak 48%, disebabkan karena trauma atau pembedahan. Hasil riset tentang insiden luka di dunia berdasarkan etiologi penyakit memperoleh data bahwa angka kejadian luka tertinggi adalah dari pembedahan yaitu sebanyak 110,30 juta kasus. Salah satu penanganan luka pada kulit dapat dilakukan dengan pemberian obat herbal yang mudah diakses oleh masyarakat yaitu daun binahong dan daun pepaya.
Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan efektifitas pemberian krim ekstrak daun binahong 40% dan krim ekstrak daun pepaya 40% terhadap panjang luka dalam proses penyembuhan luka tikus putih.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental dengan pendekatan the post test only control group design. Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode random sampling yang jumlah sampelnya dihitung menggunakan rumus Federer, dengan jumlah sampel 28 ekor tikus putih. Jarak tepi luka pada luka insisi diukur menggunakan mikrometer.
Hasil: Dilakukan pengukuran panjang luka kepada dua puluh delapan tikus putih yang telah diinsisi sebagai subjek penelitian yang kemudian diobati dengan krim ekstrak daun bianhong dan krim ekstrak daun pepaya, kemudian panjang luka masing-masing perlakuan diukur menggunakan mikrometer. Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu, krim ekstrak daun binahong 40% dan krim ekstrak daun pepaya 40% memiliki efektifitas dalam menurunkan panjang luka insisi tikus putih lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (basis krim) dan kelompok kontrol positif (salep gentamisin). Menurut uji Mann Whitney yang membandingkan kelompok P1 (krim ekstrak daun binahong 40%) dan P2 (krim ekstrak daun pepaya 40%), nilai p>0,05 yaitu sebesar 0,543 yang berarti P1 tidak memiliki perbedaan mean bermakna dengan P2.
Simpulan: Tidak terdapat perbedaan efektifitas bermakna antara pemberian krim ekstrak daun binahong 40% dan krim ekstrak daun pepaya 40%.}
}