A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Astrid Caecilia and Nanang and Yuli }, title ={Penggambaran gay dalam musik video 1-800-273-8255 oleh Logic, Alessia Cara dan Khalid}, year={2019}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/20731/}, abstract={Penelitian dengan judul Penggambaran Gay dalam Musik Video 1-800-273-8255 oleh Logic, Alessia Cara dan Khalid ini ingin menunjukkan bagaimana kelompok gay digambarkan dalam video klip tersebut. Penerimaan jati diri sebagai seorang gay mendapatkan pro dan kontra di lingkungan sosialnya, baik lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan dan sebagainya. Dengan menggunakan metode semiotika dari Charles Sanders Pierce penulis ingin menjabarkan bagaimana gay digambarkan berdasarkan segitiga makna dimana didalamnya terdapat ikon, indeks dan symbol. Peneliti menemukan bahwa kelompok gay belum dapat diterima sepenuhnya oleh lingkungan sekitar, khususnya dalam kelompok orang kulit hitam. Gay dianggap melawan prinsip ? prinsip dasar budaya kulit hitam dengan anggapan bahwa identitas laki ? laki dan maskulinitas mereka menjadi cacat. Dalam video musik ini, gay digambarkan sebagai kelompok yang mendapatkan penindasan dan pembullyan baik secara verbal maupun nonverbal. Tetapi pada akhirnya setiap orang baik gay maupun heteroseksual memiliki hak yang sama untuk diterima dan hidup bahagia, melangsungkan pernikahan, maupun mengadopsi anak.} }