A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Dimas and Hadi and Jaka }, title ={Re-Design alat bantu pengupas batok kelapa dengan metode TRIZ}, year={2020}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/21287/}, abstract={Kelapa adalah salah satu buah yang dapat ditemukan di daerah tropis, salah satunya adalah Indonesia. Dari buah ini, hampir semua lapisannya bisa dimanfaatkan, misalnya serabut kelapa, tempurung kelapa, hingga daging buah dan air kelapa. Bagian tersulit dari buah ini adalah cangkang, dan pada hari ini masih dapat ditemukan para pekerja yang mengupas batok kelapa menggunakan metode konvensional, yang menggunakan parang. Hal ini tentu saja memiliki resiko cedera yang cukup tinggi karena dibutuhkan pengalaman yang cukup. Maka dari itu dirancanglah mesin pengupas batok kelapa untuk membantu proses pengupasan batok kelapa. Santosa (2018) telah melakukan desain alat pengupas batok kelapa, tetapi masih memiliki beberapa kekurangan. Oleh karena itu dilakukanlah perancangan ulang alat ini. Perancangan ulang ini menggunakan metode TRIZ untuk menentukan parameter yang akan diterapkan. Setelah menentukan parameter dan menentukan kontradiksi, dapat diperoleh aturan inventif untuk diterapkan pada alat. Dilakukan perancangan dan ujicoba alat menggunakan 10 kelapa dan dilakukan uji rata-rata dengan menggunakan minitab dan dilakukan analisa resiko cedera dari tiap desain.Diperoleh kesimpulan bahwa rancangan ketiga adalah rancangan paling aman karena buah tidak menyentuh tangan.} }