A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={. and Anastasia Yuni and Laurentia Niretta Vedyapradiptha }, title ={Penggambaran konflik new married couple pada film Surga Yang Tak Dirindukan}, year={2020}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/21820/}, abstract={Penelitian ini mengungkap bagaimana penggambaran konflik new married couple yang ada pada film Surga Yang Tak Dirindukan. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika milik Charles Sanders Peirce untuk melihat dan menganalisis tanda ikon, indeks, simbol mengenai konflik yang terjadi pada pasangan suami istri dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Konflik pada pasangan suami istri digambarkan seperti gunung es, pada permukaannya terlihat kecil tetapi ternyata di dalamnya begitu besar. Faktor utama konflik dalam penelitian ini adalah tentang pelanggaran komitmen, yang pada akhirnya menimbulkan konflik yang begitu rumit karena muncul juga faktor-faktor yang lain. Pada penelitian ini peneliti membaginya dalam tiga babak. Pada awal konflik ada faktor tentang delusi yang menyebabkan perubahan perilaku pada diri seorang istri dan tindakan berbohong yang dilakukan oleh suami. Dua hal tersebut merupakan letupan awal dari sebuah konflik. Kemudian pada puncak konflik ada faktor tentang stereotype gender yang membuat konflik menjadi semakin memanas. Perbedaan kondisi emosional yang terjadi pada suami istrilah yang mempengaruhi tindakan apa yang selanjutkan akan dilakukan. Terakhir penyelesaian konflik ada faktor tentang forgiveness dimana sebagai pasangan suami istri mencoba untuk saling memaafkan walaupun belum sepenuhnya memaafkan. Sehingga peneliti menarik kesimpulan bahwa timbulnya konflik pada pasangan suami istri dapat disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi.} }