A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Anastasia Yuni and Sharon Hiu }, title ={Penggambaran kekerasan simbolik pada film "Despicable Me 1,2,3"}, year={2020}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/21834/}, abstract={Banyak sekali film animasi untuk anak-anak yang diselingi dengan berbagai macam bentuk kekerasan. Salah satunya adalah film Despicable Me, yangmenggambarkan kehidupan dari seorang penjahat profesional dengan menunjukkan kekerasan-kekerasan di dalamnya demi melancarkan aksinya. Kekerasan dalam film ini begitu beragam, mulai dari kekerasan verbal maupun nonverbal, mulai dari fisik hingga psikis. Namun dari segala macam kekerasan yang dihadirkan dalam film ini, ada satu kekerasan yang tidak nampak jelas terlihat. Kekerasan ini begitu abstrak sehingga sulit terlihat bila tidak jelih. Kekerasan ini ialah kekerasan simbolik, di mana, kekerasan simbolik membuat korban tidak merasa sedang didominasi atau dimanipulasi. Karena bentuknya tidak terlihat secara jelas sehingga kekerasan ini menjadi sesuatu yang berbahaya, terlebih lagi kekerasan ini merupakan pintu menuju kekerasan-kekerasan lainnya yang bisa bekerja dalam bentuk fisik maupun psikis. Penelitian ini menggunakan metode analisa semiotika milik John Fiske dengan 3 level yaitu level representasi, realitas dan ideologi. Penelitian juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif dalam metode Semiotik. Pada ketiga serial film Despicable Me, kekerasan simbolik yang ditunjukkan melalui cara Eufemisme, yang mampu menstimulasi penerimanya, melalui bentuk-bentuk yang telah berlaku. Kekerasan simbolik dalam film ini juga bekerja pada budaya patriarki, sehingga secara sadar atau tidak, film Despicable Me sebenarnya sedang melanggengkan ideologi patriarki yang bekerja hingga saat ini dalam kalangan masyarakat yang menyebabkan lemahnya pengaruh wanita hampir di seluruh aspek kehidupan. Selain itu, hal ini mampu mengajarkan anak-anak sejak dini tentang perbedaan peran dan tingkatan.} }