A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Chintya Marla Octavia Maretinda and Ester W. }, title ={Pengelolaan arsip di Bagian Pembelian PT Surabaya Indah Permai-Sidoarjo}, year={2020}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/21938/}, abstract={Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan arsip yang diterapkan di bagian pembelian PT Surabaya Indah Permai-Sidoarjo. Selain itu, penulis juga ingin mengetahui manfaat dari sistem pengelolaan arsip yang diterapkan untuk mendukung kegiatan pembelian. Melalui kajian ini dapat diketahui bahwa bagian Pembelian PT Surabaya Indah Permai-Sidoarjo cenderung menggunakan sistem kronologis yang kemudian diurutkan berdasarkan nomor formulir untuk mengarsipkan keseluruhan data. Data-data ini disimpan menggunakan sistem pengelolaan arsip desentralisasi, yang artinya penyimpanan dilakukan oleh masing-masing bagian atau unit. Seluruh data yang telah selesai dipakai kemudian dikelompokan berdasarkan bulan dan dimasukan ke dalam beberapa kotak. Sedangkan, data in-aktif yang telah memiliki jangka waktu 5 tahun atau lebih dimusnahkan dengan cara dibakar. Melalui hasil kajian ini, penulis berharap agar bagian pembelian PT Surabaya Indah Permai-Sidoarjo dapat memperhatikan bentuk penyimpanan arsip yang telah dipakai. Selain itu, proses penyusutan juga akan lebih baik apabila mengikuti langkah-langkah pemusnahan sesuai standar yang ada agar data-data yang dimusnahkan dapat dipertanggungjawabkan.} }