A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Lisa and Wian Septa },
title ={Uji aktivitas antibiofilm madu kaliandra dan madu randu terhadap streptococcus mutans},
year={2019},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/22023/},
abstract={Karies gigi merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai di rongga mulut bersama-sama dengan penyakit periodontal seperti gingivitis dan periodontitis sehingga merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Bakteri yang sering menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans. Madu memiliki zat antibiotik seperti interferon yang anti-virus, dan inhibin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Sifat hidroskopik yang dimiliki madu dapat menarik air dari lingkungan hidup bakteri yang mengakibatkan bakteri mengalami dehidrasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antibiofilm dari masing-masing madu kaliandra dan madu randu terhadap bakteri Streptococcus mutans menggunakan uji dilusi cair dengan konsentrasi 0,12%, 0,23%, 0,46%, 0,94%, 1,88%, 3,75%, 7,50%, 15%, 30%, dan 60%. Metode penelitian aktivitas antibiofilm dilakukan dengan metode mikrodilusi Microplate U-bottom 96 well. Media yang digunakan dilusi adalah Brain Heart Infution Broth. Hasil dari pengujian antibiofilm madu kaliandra dengan konsentrasi 60% dapat menghambat aktivitas pembentukan biofilm sebesar 88,775% dan pengujian antibiofilm pada madu randu konsentrasi 60% juga dapat menghambat aktivitas pembentukan biofilm sebesar 102,1972%.}
}