@thesis{thesis, author={Andriani Erda}, title ={Perbedaan kadar vitamin C dalam tablet yang disimpan pada tempat dengan suhu berbeda}, year={2020}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/22058/}, abstract={Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan yang efektif menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan. Asam askorbat tidak stabil bahkan pada suhu kamar. Peningkatan suhu dan kelembapan dapat mempercepat proses degradasi dari asam askorbat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C dalam tablet. Penelitian ini dilakukan dengan 3 kali repliksi pada masing-masing sampel yang disimpan pada tempat dengan suhu yang berbeda yaitu suhu dingin (2-8oC), suhu ruangan (27oC), dan panas berlebih (48oC) selama 180 menit dan diukur dengan menggunakan metode iodimetri. Kandungan vitamin C tablet yang tertinggi yaitu pada tablet yang disimpan pada suhu dingin (2-8oC) dengan rata-rata kandungan 46.823 mg/tablet. Kandungan vitamin C tablet yang terendah terdapat pada tablet yang disimpan pada panas berlebih (48oC) dengan rata-rata kandungan 42.144 mg/tablet. Dari hasil uji statistika didapatkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan dari tablet vitamin C yang disimpan pada (5oC) dan suhu kamar (27oC). Sedangkan terdapat perbedaan yang signifikan pada tablet yang disimpan pada suhu panas berlebih (48oC). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa suhu panas berlebih (48oC) dapat menurunkan kandungan vitamin C pada tablet.} }