A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Handi and Helen Kristiana Budi and Yudy }, title ={Pengaruh senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat terhadap derajat inflamasi paru-paru dan hati pada tikus wistar jantan yang diinduksi Lipopolisakarida}, year={2020}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/22114/}, abstract={Asam asetilsalisilat merupakan salah satu obat anti-inflamasi non steroid (AINS). Namun terapi menggunakan asam asetilsalisilat dapat menyebabkan tukak lambung. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa efek samping senyawa baru turunan asam salisilat yaitu asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat dalam menyebabkan tukak lambung lebih ringan dibandingkan asam asetilsalisilat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk menguji asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat sebagai anti-inflamasi dengan pengamatan histologi paru-paru dan hati. Pengujian efektivitas anti-inflamasi menggunakan tikus Wistar jantan yang diinduksi lipopolisakarida (LPS) 0,5 mg/kg. Senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat diberikan 2 kali yaitu jam pertama dan keenam setelah pemberian LPS. Setelah 24 jam pemberian LPS, organ paru-paru dan hati diisolasi kemudian dibuat preparat histologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. Pemeriksaan preparat menggunakan metode penilaian derajat inflamasi. Pada paru-paru tidak terjadi penurunan (P>0,05) derajat inflamasi apabila dibandingkan dengan kelompok yang diberi LPS saja. Pada hati terdapat penurunan (P>0,05) derajat inflamasi apabila dibandingkan dengan kelompok LPS. Senyawa asam 2-(3-(klorometil)benzoiloksi)benzoat menunjukkan kurangnya efektivitas sebagai anti-inflamasi.} }