A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Ami and Brenda Olivia and Lisa },
title ={Pengaruh gugus hidroksil pada 2-hidroksibenzaldehida terhadap sintesis dan aktivitas antioksidan senyawa 2,2'-dihidroksidibenzalaseton},
year={2020},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/22622/},
abstract={Kurkumin merupakan senyawa alami yang terkandung dalam rimpang kunyit (Curcuma Longa L.) dan dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Dibenzalaseton merupakan turunan dari kurkumin yang diyakini memiliki aktivitas antioksidan. Dibenzalaseton dapat disintesis melalui reaksi kondensasi Claisen-Schmidt dengan katalis basa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh adanya gugus hidroksil pada 2-hidroksibenzaldehida terhadap sintesis dan aktivitas antioksidan senyawa 2,2?-dihidroksidibenzalaseton dibandingkan dengan senyawa dibenzalaseton. Pengujian kemurnian senyawa hasil sintesis dilakukan dengan uji titik leleh dan kromatografi lapis tipis, sedangkan karakterisasi struktur senyawa hasil sintesis dilakukan dengan pengujian spektroskopi Inframerah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rendemen senyawa 2,2?-dihidroksidibenzalaseton sebesar 68,18% dan dibenzalaseton sebesar 72,41%. Dengan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya gugus hidroksil pada senyawa 2,2?-dihidroksidibenzalaseton menghambat jalannya reaksi. Berdasarkan kajian hubungan struktur aktivitas senyawa hasil sintesis, maka dapat disimpulkan bahwa senyawa 2,2?-dihiroksidibenzalaseton memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa dibenzalaseton}
}