A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Devina and Erni and Ignasius Radix Astadi Praptono },
title ={Pengaruh proporsi tepung talas dan tepung millet proso (Panicum miliaceum) terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik beras analog},
year={2020},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/23890/},
abstract={Indonesia merupakan salah satu negara yang bergantung pada beras
sebagai makanan pokok. Ketergantungan terhadap beras dapat dikurangi
secara bertahap dengan melakukan diversifikasi pangan. Beras analog
merupakan produk diversifikasi yang umumnya dikenal sebagai beras tiruan
yang berasal dari bahan baku non-beras, contohnya ubi talas dan millet proso
yang terlebih dahulu diolah menjadi tepung. Ubi talas dan millet proso
mengandung gizi yang cukup tinggi namun masih belum banyak
dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi
tepung talas dan tepung miller proso terhadap sifat fisikokimia dan
organoleptik beras analog. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu proporsi tepung
talas dan tepung millet. Proporsi yang digunakan yaitu tepung talas:tepung
millet sebesar 100:0, 85:15, 70:30, 55:45, 40:60 dan 25:75. Pengulangan
dilakukan sebanyak 4 kali. Parameter yang diuji adalah kadar air, aktivitas air
(Aw), warna dengan menggunakan colour reader, daya serap air, dan
organoleptik (warna, mouthfeel, kekenyalan dan rasa). Data yang diperoleh
akan dianalisa dengan uji ANOVA (Analysis of Variance) pada ? = 5% untuk
mengetahui adanya pengaruh nyata pada hasil penelitian. Apabila ada
pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan?s Multiple
Range Test) pada ? = 5%. Semakin meningkatnya kadar tepung millet proso
yang digunakan maka kadar air beras analog akan menurun berkisar 4,02-
2,69%, hasil aktivitas air (aw) juga menurun berkisar 0194-0,098, hasil daya
rehidrasi meningkat berkisar 180,09-314,49%. Hasil warna yang didapatkan
yaitu chroma (13,1-18,0) dan hueo
(60,4-75,0). Perlakuan terbaik yang dipilih
berdasarkan uji organoleptik adalah proporsi tepung talas:tepung millet proso
sebesar 100:0 dengan nilai kesukaan warna 3,3 (agak tidak suka), rasa 4,8
(netral), kekenyalan 4,5 (netral), mouthfeel 5,2 (agak suka). Kadar protein
pada perlakuan terbaik sebesar 9,29%.}
}