@thesis{thesis, author={Mardhani Sindu Dwi}, title ={Analisis kelayakan usaha makanan ringan (studi kasus Kota Madiun)}, year={2020}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/23993/}, abstract={Makanan ringan, camilan atau kudapan dalam bahasa Inggris disebut snack adalah istilah bagi makanan yang bukan merupakan menu utama (makan pagi, makan siang, makan malam). Ternyata orang Indonesia lebih banyak mengkonsumsi camilan dibanding menyantap makanan berat. Seperti survei yang dilakukan oleh The Harris Poll untuk Mondelez International, yang dilakukan pada tanggal 16 sampai 27 September 2019 terhadap 6.068 partisipan berusia 18 tahun keatas, yang bertujuan untuk mempelajari kebiasaan konsumen dan menemukan berbagai pemahaman baru tentang peran camilan, baik fungsional maupun emosional, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia yang sangat lekat dengan camilan. Oleh karena itu Kedepan, peneliti ingin mendirikan sebuah usaha makanan ringan, maka perlu dilakukannya analisis studi kelayakan guna mengetahui layak atau tidak layaknya suatu usaha tersebut untuk didirikan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui layak atau tidak layak usaha makanan ringan untuk di dirikan berdasarkan apek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial serta analisis risiko pendirian usaha makanan ringan. Kesimpulan dari analisis yang telah dilakukan, adalah usaha makanan ringan di kota Madiun dapat di katakan layak untuk dipertimbangkan dengan hasil pada aspek pasar perhitungan rentang skala responden pengunjung, dengan tanggapan yang baik terhadap ketiga makanan ringan, serta banyaknya permintaan penjual sehingga layak untuk dipertimbangkan. Pada aspek teknis berdasarkan permintaan pada aspek pasar dapat memenuhi permintaan sehingga aspek teknis layak untuk di pertimbangkan. Untuk aspek finansial diperoleh hasil bahwa nilai Payback Period pengembalian dua bulan sehingga layak untuk di pertimbangkan karena tidak melebihi masa pakai yaitu lima tahun, dan nilai ROR didapat 19,986% > MARR 5,75%.} }