A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Agatha Winda and Felicia and Nanang },
title ={The untold love (Penggambaran romansa biseksual dalam video musik Shy–The Magician featuring Brayton Bowman)},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/24209/},
abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggambaran romansa kaum biseksual dalam media, khususnya video musik. Fokus penelitian ini adalah penggambaran romansa biseksual dalam video musik Shy milik The Magician dan Brayton Bowman yang berdurasi 3 menit 25 detik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan metode semiotika milik Charles Sanders Peirce. Semiotika Peirce mengkategorikan teori triangle meaning yang terdiri dari tanda, objek, dan interpretan. Peneliti melakukan analisis terhadap pemilihan verbal berupa lirik lagu dan non-verbal berupa gambar yang berhubungan dengan romansa biseksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video musik Shy memiliki gambaran romansa biseksual yang positif. Kelangkaan pada Shy terlihat dalam penggambaran bahwa biseksual bukanlah tema yang populer di media dan jika ada, biasanya memiliki sifat yang merusak. Shy berusaha untuk bersinar dengan mewujudkan penggambaran romansa dan keintiman, mulai dari busana unisex yang tertutup, sentuhan fisik non-sensual, kencan romantis, tatapan mata romantis, ciuman romantis, pengorbanan pada seseorang yang dicintai, serta realitas identifikasi identitas seksual. Hal tersebut tentunya berlawanan dengan banyak media yang menggambarkan romansa biseksual dengan negatif atau vulgar dan erotis untuk menciptakan stereotip biseksual yang cabul serta mengalami kebingungan pada orientasi seksualnya. Dengan begitu, video musik Shy mampu menentang struktur heteronormatif dan homonormatif yang dianut oleh media.}
}