A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Akshaniyah and Birgitta Violin Litani and Finsensius Yuli },
title ={Penggambaran budaya Dayak Kenyah (Analisis semiotika pada video dalam channel youtube IndonesiaKaya-JIK Episode 36: nikmati magisnya desa budaya Suku Dayak di Samarinda)},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/24287/},
abstract={Skripsi ini berjudul Penggambaran Budaya Dayak Kenyah pada Video dalam Channel Youtube IndonesiaKaya-JIK Episode 36: Nikmati Magisnya Desa Budaya Suku Dayak di Samarinda membahas mengenai adanya budaya Dayak Kenyah yang digambarkan masih sesuai dengan stereotype di masyarakat, seperti primitif dan memiliki ritual-ritual magis. Kajian teori yang digunakan adalah teori Stereotype, Kajian Budaya dalam Media, dan Budaya Dayak Kenyah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode analisis Semiotika model Charles Sanders Peirce untuk melihat dan menganalisis tanda ikon, indeks, dan simbol mengenai Budaya Dayak Kenyah yang terdapat didalam video melalui scene yang ditampilkan. Hasil penelitian yang muncul lewat empat sub-bab yang ada, yaitu budaya Dayak adalah budaya yang magis, masyarakat Dayak masih mempercayai peninggalan Nenek Moyang, adanya komodifikasi media terhadap tarian Hudoq, dan telinga panjang serta tato dianggap sebagai tradisi primitif.}
}