A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Finsensius Yuli and Nanang and Ni Putu Indah },
title ={Berpihak secara independen : pembingkaian hukuman pidana satu tahun pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di Kompas.com dan BBCIndonesia.com},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/24415/},
abstract={Penelitian yang fokus pada fenomena pembingkaian berita hukuman pidana satu tahun penjara bagi pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan ini dibedah menggunakan analisis framing model Pan dan Kosicki untuk melihat dan memahami bagaimana media daring Kompas.com dan BBCIndonesia.com membingkai suatu realita dalam berita yang disajikan kepada publik secara massal. Dengan menggandeng pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif, penelitian ini membedah sebelas berita dari Kompas.com dan dua berita dari BBCIndonesia.com yang menghasilkan beberapa pemahaman. Pemahaman tersebut adalah adanya pembingkaian yang memperlihatkan penonjolan-penonjolan Kompas.com ketika mempublikasikan dan memproduksi berita ini, Novel Baswedan yang secara praktis adalah korban juga diposisikan sebagai ?pahlawan keadilan? yang berani bersuara atas ketidakadilan yang diperoleh di persidangan terhadap kedua penyerangnya. BBCIndonesia sebagai media yang dijuluki ?tante? ini tampak menolak selera pasar Indonesia yang penasaran dengan ?korban? dengan menonjolkan perlawanan pelaku melalui kuasa hukumnya dan tuntutan jaksa.}
}