A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Njiauw Nathanael Aditya and Setiyadi and Suratno },
title ={Prarencana pabrik karbon disulfida dari belerang dan gas alam kapasitas: 13.000 ton/tahun},
year={2019},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/24442/},
abstract={Karbon disulfida merupakan salah satu bahan baku yang sangat diperlukan
di sektor industri kimia. Senyawa ini merupakan bahan baku dalam pembuatan
rayon, insektisida, karbon tetraklorida, serta senyawa-senyawa lainnya. Menurut
data yang diperoleh, penggunaan karbon disulfida di Indonesia masih bergantung
pada impor dari negara lain (United Nations Statistics, 2018), hal ini tidak
diimbangi dengan pertumbuhan industri karbon disulfida di Indonesia. Oleh sebab
itu, Indonesia masih membutuhkan industri karbon disulfida untuk mengimbangi
kebutuhan dalam negeri.
Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi karbon disulfida adalah
gas alam (natural gas) dan belerang. Penggunaan kedua bahan baku ini merujuk
pada proses hydrocarbon-sulphur yang mampu mencapai konversi reaksi sebesar
90% dengan menggunakan katalis dan proses hydrocarbon-sulphur. Proses ini
memiliki suhu operasi yang lebih rendah dibandingkan proses charcoal-sulphur,
namun menghasilkan limbah gas berupa hidrogen sulfida. Limbah gas yang
dihasilkan akan dimanfaatkan kembali untuk memproduksi karbon disulfida pada
suhu 1250oC dan tekanan 4 atm. Sisa reaksi pada proses ini adalah gas hidrogen
beserta gas alam dengan jumlah yang rendah
Proses produksi karbon disulfida diawali dengan proses persiapan bahan
baku sebelum masuk ke reaktor berkatalis silika gel, belerang yang diperoleh dari
PT Indosulfur serta gas alam dari PT Badak dipanaskan hingga mencapai suhu
600oC. Setelah dipanaskan, bahan baku tersebut direaksikan pada fixed bed reactor
pada tekanan 4 atm, reaksi ini merupakan reaksi eksotermis dimana sistem
menghasilkan panas, oleh sebab itu memerlukan pendingin untuk menjaga kondisi
reaktor sebesar 600oC. Pendingin yang digunakan pada proses ini adalah Dowtherm
Q. Setelah terjadi reaksi, karbon disulfida diperoleh dengan cara mendinginkan
campuran secara bertahap untuk memisahkan sisa bahan baku sulfur dan produk
karbon disulfida. Kemudian, produk samping berupa gas hidrogen sulfida akan
direaksikan kembali dengan gas alam. Hidrogen sulfida dan gas alam dipanaskan
hingga mencapai suhu 1250oC, kemudian direaksikan pada reaktor kedua dengan
tekanan 4 atm. Pada reaktor ini, digunakan panas hasil pembakaran pada furnace
untuk menjaga kondisi operasi suhu 1250oC. Selanjutnya, limbah gas berupa
hidrogen sulfida, hidrogen dan sisa gas alam dialirkan pada unit absorber berisi
diethanolamine (DEA) 30% (v/v) untuk menyerap gas hidrogen sulfida. Sisa gas
yang tidak terserap akan dibuang ke udara bebas melalui cerobong asap (chimney).
Karbon disulfida akan dijual ke beberapa industri tekstil atau rayon yang
berada di pulau Jawa atau diekspor ke kawasan Asia Tenggara. Pra-rencana pabrik
karbon disulfida dari gas alam dan belerang ini memiliki profil perusahaan dengan
rincian sebagai berikut:
Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Produksi : Karbon disulfida
Kapasitas produksi : 13.000 ton per tahun
Hari kerja efektif : 330 hari/tahun
Masa konstruksi : 4 tahun
Waktu mulai beroperasi : Tahun 2023
Bahan baku : Gas alam dan belerang
Prarencana Pabrik Karbon Disulfida dari Belerang dan Gas Alam xii
Kapasitas bahan baku : 15.274,75 ton/tahun
Utilitas : Air sungai = 6.993,23 ton/hari
Air PDAM = 2,773 m3
/hari
Listrik = 1048,58 kW
Jumlah tenaga kerja : 84 orang
Lokasi pabrik : Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan,
Kota Bontang, Kalimantan Timur
Luas Pabrik : 20.925 m2
Analisa Ekonomi
Modal Tetap (FCI) = Rp 124.860.318.151
Modal Kerja (WCI) = Rp 5.917.835.637
Biaya Produksi Total (TPC) = Rp 103.540.559.350
Rate of Return Investment sebelum pajak = 18,151 %
Rate of Return Investment sesudah pajak = 12,764 %
Pay Out Time sebelum pajak = 5 tahun 3 bulan
Pay Out Time sesudah pajak = 7 tahun 3 bulan
Titik impas (BEP) = 35,48 %
Kelayakan pabrik ini dapat ditinjau dari berbagai segi, yaitu segi proses,
peralatan, lokasi, dan yang paling penting adalah segi ekonomi. Dari segi ekonomi
didapat Rate of Return Investment sesudah pajak yang nilainya lebih besar dari
bunga pinjaman yang harus dibayarkan kepada bank yaitu 10,5%, Pay Out Time
lebih rendah dari estimasi umur pabrik yaitu 10 tahun, serta titik impas yaitu
35,48% dari kapasitas pabrik.}
}