A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Andika Aditian and L. Anang Setiyo and Theresia Liris },
title ={Redesain alat pembelah kelapa muda berdasarkan aspek anthropometri dan aspek teknis},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/25534/},
abstract={Pohon kelapa merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, mulai dari batang, buah, serta akarnya dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomis. Salah satu bagian yang dapat dimanfaatkan yaitu buahnya yang masih muda. Buah kelapa muda memiliki air dan daging yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman. Umumnya proses membelah buah kelapa masih menggunakan alat tradisional yang berupa golok atau parang. Namun, dengan menggunakan alat tersebut masih terdapat kekurangan yakni memerlukan tenaga yang besar, membutuhkan waktu yang lama, kurang tepatnya arah tebasan, serta risiko keamanan. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat pembelah kelapa muda berdasarkan aspek anthropometri dan aspek teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya perancangan alat pembelah kelapa muda ini terdapat penghematan waktu sebesar 85% dari 3,05 menit menjadi 0,46 menit per buah kelapa, serta peningkatan jumlah output yang dihasilkan sebanyak 6 kali lipat proses pembelahan kelapa.}
}