A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Elia Mahatma Rayhan and Untara },
title ={Pendekatan kapabilitas dalam gagasan Amartya Sen},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/26023/},
abstract={Kehidupan manusia merupakan suatu hal yang kompleks untuk dikaji. Pendekatan
yang hanya menggunakan salah satu aspek untuk melihat persoalan hidup
manusia tidak mampu memberi gambaran utuh tentang kehidupan manusia yang
sesungguhnya. Hal semacam ini tampak pada berbagai gagasan yang mencoba
untuk menekankan hanya salah satu aspek saja. Pandangan utilitarian gagal untuk
bisa memberi gambaran utuh tentang manusia karena hanya menekankan aspek
kenikmatan atau pemenuhan hasrat. Sementara itu, pandangan libertatian gagal
untuk bisa memberi gambaran utuh tentang manusia karena mengutamakan
kebebasan dan hak pribadi secara berlebihan. Pendekatan kapabilitas adalah salah
satu pendekatan alternatif yang ditawarkan Amartya Sen untuk melihat kehidupan
manusia. Menggunakan metode hermeneutika, penelitian dilakukan terhadap
karya-karya Amartya Sen untuk menjawab apa itu pendekatan kapabilitas dalam
gagasan Amartya Sen. Amartya Sen memulai gagasannya dengan menjelaskan
bahwa melihat manusia membutuhkan basis informasi selengkap-lengkapnya. Hal
ini akan memungkinkan untuk melihat manusia secara utuh, yaitu yang terdiri atas
kepelakuan dan kesejahteraan. Kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan.
Kepelakuan memungkinkan seseorang untuk memiliki kebebasan dan tujuan
bernilai. Sementara itu, kesejahteraan menunjukan keadaan nyata orang tersebut.
Kepelakuan seseorang berdampak pada kesejahteraannya. Sebaliknya juga
demikian, kesejahteraan seseorang dapat mempengaruhi kepelakuannya.
Kepelakuan dan kesejahteraan dapat dilihat dalam dua bentuk, sebagai
ketercapaian atau kebebasan untuk mencapai. Ketercapaian yang membentuk
kehidupan seseorang disebut dengan fungsi. Kombinasi fungsi-fungsi membentuk
kapabilitas, yaitu kemampuan dan kebebasan yang seseorang miliki untuk dapat
mencapai tujuan yang mereka anggap bernilai. Kapabilitas merefleksikan
kebebasan substantif yang seseorang miliki. Dengan memperhatikan kapabilitas
pendekatan kapabilitas berusaha untuk melengkapi basis informasi yang
sebelumnya terabaikan serta mengarahkan kehidupan bersama ke arah yang
membebaskan. Agar pendekatan semacam ini dapat terlaksana, dibutuhkan
beberapa syarat yaitu adanya imparsialitas yang terbuka serta proses yang
demokratis}
}