A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Dewi and Ida Ayu Andri and Ruddy }, title ={Studi efektivitas dan efek samping terapi kombinasi oseltamivir dan klorokuin pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Suarabaya}, year={2021}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/26080/}, abstract={Pedoman yang digunakan di Indonesia merekomendasikan penggunaan antivirus pada pasien COVID-19 salah satunya adalah klorokuin dan oseltamivir. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan, efektivitas, serta monitoring efek samping terapi kombinasi klorokuin dan oseltamivir pada pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap di RS Bhayangkara Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional retrospektif dengan menggunakan data rekam medis. Regimen pemberian dosis klorokuin dengan oseltamivir di instalasi rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara yaitu oseltamivir (2x75mg) dan klorokuin (2x500mg) dengan adanya penurunan dosis klorokuin menjadi (2x250mg), oseltamivir (2x75mg) dengan klorokuin (2x500mg), dan oseltamivir (2x75mg) dengan klorokuin (2x250mg). Kejadian efek samping prolonged QT hanya terjadi pada 1 pasien dan secara umum terapi kombinasi oseltamivir dan klorokuin tidak menyebabkan prolonged QT. Hasil pemeriksaan fungsi hati normal, jadi terapi kombinasi oseltamivir dengan klorokuin tidak menyebabkan kerusakan hati. Sedangkan pada hasil pemeriksaan fungsi ginjal menunjukkan 17% pasien mengalami kenaikan serum kreatinin.} }