A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Datu and Yosef Paskah Wahyutomo },
title ={Konsep kebutuhan palsu Herbert Marcuse dalam buku One
Dimensional Man},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/26475/},
abstract={Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk merefleksikan mengenai kebutuhan pada masyarakat kapitalis lanjut. Masyarakat kapitalisme lanjut lahir
dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Industrialisasi pun maju pada era saat
ini. Namun, pada masyarakat kapitalisme lanjut keterasingan dan penindasan masih terjadi.
Keterasingan dan penidasan yang terjadi pada masa ini dilakukan secara halus dan tidak
terlihat. Hal ini tidak di sadari oleh masyarakat kapitalisme karena mereka kehilangan
dimensi negatif. Pada masyarakat kapitalisme lanjut, masyarakat cenderung menjadi
manusia satu dimensi. Masyarakat satu dimensi merupakan salah satu persoalan yang dihadapi oleh
masyarakat kapitalisme lanjut. Para pemilik modal akan membius dimensi negatif dan
mengeksploitasi hasrat-hasrat yang ada pada manusia. Sehingga, manusia lebih cenderung
digerakkan oleh sistem kapitalis. Dengan digerakkan oleh sistem kapitalis, kebutuhan
manusia dimanipulasi oleh kapitalis sehingga orang merasa terus menerus membutuhkan.
Meskipun kebutuhan dasar sudah terpenuhi, manusia jatuh pada kebutuhan palsu. Ada pun tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk memenuhi kelulusan Strata Satu
(S1) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menyelami gagasan
mengenai konsep kebutuhan palsu menurut Herbert Marcuse secara mendalam, serta
merefleksikan gagasan kebutuhan palsu menurut Herbert Marcuse dalam konteks dewasa
ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam mengerjakan skripsi ini adalah penelitian
kualitatif. Cara memeroleh data penelitian ini adalah dengan studi pustaka, yakni tulisan
Herbert Marcuse One Dimensional Man sebagai sumber primer dan ditunjang oleh
referensi sekunder lainnya. Jenis penelitian skripsi ini ialah peneltian historis factual
mengenai tokoh. Penulis meneliti pemikiran Herbert Marcuse khususnya mengenai konsep
kebutuhan palsu. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode hermeneutika. Berdasarkan hasil penelitian, konsep kebutuhan palsu pertama-tama di dasarkan
pada masyarakat kapitalisme lanjut kehilangan daya kritis. Masyarakat kapitalisme lanjut
hanya cenderung mengikuti arus zaman tanpa memperhatikan keadaan zaman tersebut.
Oleh karena itulah, masyarakat kapitalisme lanjut menjadi manusia satu dimensi. Hal yang
menyebabkan hilangnya daya kritis adalah kehidupan yang sudah mapan dibandingkan
sebelumnya. Jika pada zaman Karl Marx (kapitalisme awal), kehidupan para buruh sangat miskin, namunpada zaman Herbert Marcuse para hidup buruh sudah mapan dan
berkecukupan. Dengan kehidupan yang lebih baik di banding sebelumnya, maka
kebutuhan-kebutuhan dasar para buruh seperti pangan, sandang, dan papan sudah
terpenuhi. Dengan kebutuhan dasar telah terpenuhi, pada sistem kapitalisme lanjut
kebutuhan manusia dimanipulasi untuk laju perekonomian yang tetap berjalan. Dari situlah
kebutuhan tersebut menjadi kebutuhan palsu. Kebutuhan palsu adalah kebutuhan yang
telah dimanipulasikan oleh sistem kapitalisme lanjut melalui propaganda iklan dan media
massa. Masyarakat yang terarah pada kebutuhan palsu akan semakin memperkuat sistem
kapitalisme lanjut dan mengarah pada manusia satu dimensi. Manusia satu dimensi adalah
manusia yang kehilangan dimensi negatif atau daya kritisnya berhadapan dengan sistem
yang total. Dalam hal ini kebutuhan palsu membuat manusia tunduk pada sistem
kapitalisme lanjut yang semakin total.
Kbutuhan palsu juga membuat manusia terasing dan terdistrosi dari kebutuhannya untuk
aktualisasi diri. Dalam buku One Dimensional Man, Marcuse memberikan solusi agar
dalam dunia kapitalisme lanjut ini tetap bisa membedakan anatara kebutuhan asli dengan
kebutuhan palsu. Cara yang diajukan oleh Marcuse adalah bagaimana menjadi diri sendiri
yang otentik, kritis, dan otonom. Manusia memiliki daya intelek untuk berfikir dan
menggunakan daya rasionya untuk memilah-milah kebutuhan. Dengan demikian,
kebutuhan palsu dapat dihindarkan dengan cara tersebut. Sehingga pada akhirnya, manusia
dapat lepas dan bebas dari lingkaran manusia satu dimensi dan menjadi manusia yang
otentik.}
}