A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Ig. Jaka and Kenny Fransiscus and Martinus Edy }, title ={Penerapan metode material requirement planning sebagai dasar perencanaan persediaan bahan baku di PT. X}, year={2021}, url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/26483/}, abstract={Pada masa sekarang ini persaingan dunia industri yang semakin ketat ini menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tentu saja proses produksi harus berjalan efektif dan efisien, pengawasan dan pengendalian persediaan bahan baku menjadi masalah yang sangat penting karena jumlah persediaan bahan baku akan sangat mempengaruhi kelancaran produksi pada sebuah perusahaan. PT. X adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi minyak kelapa. Perusahaan tersebut tidak memiliki metode tertentu dalam pengendalian bahan baku utama mereka yaitu kopra. Dalam mengendalikan bahan baku perusahaan tidak mempunyai jadwal pemesanan bahan baku sehingga dapat membuat terjadinya penumpukan bahan baku. Dalam mengendalikan persediaan bahan baku, metode yang tepat adalah Material Requirement Planning. Dalam mengendalikan persediaan kopra metode yang digunakan adalah LFL, EOQ dan Perusahaan. Pengendalian persediaan kopra dengan metode LFL mengeluarkan biaya sebesar Rp 12.300.000. Hal ini berbanding dengan pengendalian persediaan kopra menggunakan metode EOQ, yaitu biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 18.196.047. Berdasarkan hasil pengolahan data pada keseluruhan penelitian didapatkan hasil masing-masing harga pemesanan pada tiap metode. Harga pemesanan dengan metode LFL sebesar Rp. 12.300.000, harga pemesanan dengan metode EOQ sebesar Rp. 18.196.047 sedangkan harga pemesanan perusahaan yang dilakukan tanpa metode apapun sebesar Rp. 65.949.000. berdasarkan perbandingan tiga harga dari tiga metode tersebut dapat diketahui bahwa metode LFL memiliki total biaya terkecil sehingga dapat disimpulkan metode LFL adalah metode yang paling cocok sebagai perencanaan pemesanan bahan baku di PT. X} }