A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Ariston Oki Apriyanta and Veronika Chintya },
title ={Pengaruh koreksi laba fiskal, arus kas dan siklus operasi terhadap persistensi laba perusahaan pertambangan di Indonesia},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/26518/},
abstract={Persistensi laba merupakan salah satu komponen dari kualitas laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh koreksi laba fiskal, arus operasi dan siklus operasi terhadap persistensi laba. Koreksi laba fiskal diproyeksikan dengan variabel perbedaan permanen dan perbedaan temporer yangmenyebabkan adanya perbedaan kebijakan akuntansi dengan kebijakan fiskal.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan adalah data sekunder dari perusahaan pertambangan di Indonesia dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2020. Teknik pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling serta menggunakan uji analisis linear berganda dengan aplikasi SPSS 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan temporer dan siklus operasi tidak berpengaruh terhadap persistensi laba. Namun, perbedaan permanen dan arus kas operasi berpengaruh positif terhadap persistensi laba. Hal ini karena arus kas operasi mencerminkan keadaan operasional yang sebenarnya dan dijadikan sebagai alternatif lain yang menunjukkan kinerja perusahaan. Sedangkan perbedaan permanen diakibatkan karena adanya komponen permanen lebih banyak mencangkup beban yang tidak diperkenakan oleh pajak seperti sumbangan, pemberian kenikmatan atau natura, biaya jamuan, bunga atau dividen maka laba menurut akuntansi akan lebih kecil dari pada pajak, sehingga perhitungan laba secara fiskal dan akuntansi akan berbeda dan membuat laba yang dihasilkan semakin besar.}
}