A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Diga Albrian and Sumi and Tanto Aryo },
title ={Uji toksisitas akut tablet daun salam (Syzygium
polyanthum) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica) pada
tikus betina galur wistar},
year={2021},
url={http://repository.ukwms.ac.id/id/eprint/26893/},
abstract={Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau
campuran dari bahan tersebut, yang secara turun-temurun telah digunakan
untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pengembangan obat tradisional
dewasa ini telah marak dilakukan, misalnya tanaman daun salam (Syzygium
polyanthum) yang dapat digunakan sebagai obat anti kolesterol dan rimpang
kunyit (Curcuma domestica) yang dapat digunakan sebagai antioksidan,
antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antijamur dan antitumor. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui nilai Lethal Dose (LD50), perubahan indeks
organ, serta pengamatan makroskopis terhadap pemberian tablet kombinasi
daun Salam (Syzygium polyanthum) dan rimpang Kunyit (Curcuma
domestica) dengan dosis 4800mg/70kgBB, 9600mg/70kgBB,
14400mg/70kgBB pada tikus betina galur wistar. Pada penelitian ini hewan
uji diberi perlakuan selama 14 hari. Hewan uji dipisah secara acak menjadi
kelompok kontrol negatif, kelompok dosis 4800mg/70kgBB,
9600mg/70kgBB, dan 14400mg/70kgBB. Pada akhir penelitian tikus dibedah
dan dilakukan pengamatan sehingga diperoleh hasil LD50 praktis tidak toksik,
tidak ditemukan kelainan dan perubahan pada pengamatan makroskopis
organ, serta tidak terdapat perbedaan bermakna pada indeks organ.}
}