@thesis{thesis, author={Lumban Tobing Diana}, title ={Analisis Daya Dukung Pondasi Bore Pile pada Proyek Pembangunan Gedung Wahid Hasyim Apartmen Medan}, year={2019}, url={NPM;168110040}, abstract={Pondasi adalah struktur bagian bawah dari konstruksi bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah dan merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam pekerjaan teknik sipil, karena pondasi inilah yang akan memikul dan menahan suatu beban yang bekerja di atasnya. Dalam perencanaan pondasi perlu diperhitungkan besar beban yang diterima dan daya dukung tanah setempat. Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan. Tujuan dari studi ini untuk menghitung daya dukung pondasi bore pile, dimana kapasitas daya dukung pondasi dihitung berdasarkan data Standart Penetration Test (SPT) dengan menggunakan 2 Metode yaitu Metode Meyerhoof dan Metode Reese & Wright. Dari hasil analisa dan perhitungan daya dukung tiang hasil SPT dengan kedalaman 10 m dan diameter tiang 80 cm, berdasarkan Metode Meyerhoof, daya dukung tiang tunggal (Qijin) sebesar 194,747 ton, sedangkan menggunakan Metode Reese & Wright, daya dukung tiang tunggal (Qijin) sebesar 163,95 ton. Berdasarkan hasil perhitungan efesiensi dengan Metode Converse – Labarre didapat Q gabungan (2 tiang dilapangan) dengan Metode Meyerhoof sebesar 350,934 ton, dan menggunakan Metode Reese & Wright Q gabungan (2 tiang di lapangan) sebesar 295,438 ton. Hasil perhitungan beban aksial yang dipikul oleh bore pile dengan menggunakan aplikasi SAP 2000 adalah sebesar P = 776,117 ton. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Q gabungan bore pile jika hanya menggunakan 2 tiang tidak aman terhadap beban aksial bangunan. Namun jika menggunakan 6 tiang dengan Metode Meyerhoof dimana Q gabungan didapat sebesar 899,934 ton > P = 776,117 ton, maka pondasi aman dalam memikul beban yang ada di atasnya.} }