@thesis{thesis, author={Harahap Ummi}, title ={Studi Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Terhadap Stres Kerja pada Karyawan Bagian Umum PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan}, year={2019}, url={NPM;158600423}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap stres kerja pada karyawan bagian umum PT. Perkebunan Nusantara III Medan. Stres kerja merupakan bentuk respon psikologis dari tubuh terhadap tekanan-tekanan, tuntutan-tuntutan pekerjaan pekerjaan yang melebihi kemampuan yang dimiliki, baik berupa tuntutan fisik atau lingkungan dan situasi sosial yang mengganggu pelaksanaan tugas, yang muncul dari interaksi antara individu dengan pekerjaannya, dan dapat merubah fungsi fisik serta psikis yang normal sehingga dinilai membahayakan dan tidak menyenangkan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian umum yang berjumlah 130 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 orang karayawan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang disusun dalam bentuk skala Likert. Sejalan dengan hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap stres kerja antara lain ; faktor lingkungan, faktor organisasi, faktor individu. Dari keseluruhan analisis data yang telah dilakukan, bahwa tidak ada faktor yang dominan dalam mempengaruhi persepsi terhadap stres kerja dengan nilai persentasi, faktor organisasi 33,7%, faktor lingkungan 33,6% dan faktor individu 32,5% dari 3 faktor tersebut terdapat 11 indikator yang mempengaruhi persepsi terhadap stres kerja yaitu indikator ketidapastian ekonomi memiliki nilai persentase 10,97%, indiaktor ketidapastian politis 11,21%, indikator ketidakpastian teknologi 11,40%, tuntutan tugas 5,60%, tuntutan peran 5,46%, tuntutan antar pribadi 5,75%, struktur organisasi 5,80%, kepemimpinan organisasi 5,60%, tahap hidup organisasi 5,45%, masalah keluarga 15,72%, masalah ekonomi 15,77%. Berdasarkan perhitungan analisis faktor ditemukan bahwa pengaruh utama persepsi terhadap stres kerja adalah faktor organisasi.} }