@thesis{thesis, author={Ulayya Rifka}, title ={Perbandingan Kuat Lentur antara Tulangan Polos dan Ulir pada Balok Beton Bertulang}, year={2019}, url={NPM;158110043}, abstract={Beton bertulang sebagai elemen balok harus diberi penulangan yang berupa penulangan lentur dan penulangan geser. Lentur pada balok merupakan akibat dari adanya regangan yang timbul karena adanya beban luar yang menyebabkan serat pada permukaan elemen memanjang mengalami tarik dan tekan. Tegangan ini bekerja tegak lurus pada permukaan penampang struktur. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang kekuatan tulangan ulir dan membandingkan dengan kekuatan tulangan polos yang telah lazim digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui beban lentur maksimal, kuat lentur maksimal, dan besar perbedaannya antara tulangan polos dan ulir pada balok beton bertulang sederhana. Lokasi penelitian adalah di Laboratorium Beton di Prodi Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara. Total sampel benda uji yang dibuat sejumlah 6 buah, tiap variasi dibuat 3 sampel. Variasi yang digunakan adalah dengan tulangan polos pada 3 buah sampel dan tulangan ulir pada 3 buah sampel lainnya sebagai tulangan utama dengan diameter 10 mm. Ukuran balok lebar 15 cm dan tinggi 15 cm, dengan bentang balok 50 cm. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pada beban lentur maksimal sebesar 38,07 kN dan kuat lentur maksimal sebesar 5,06 MPa untuk tulangan polos, beban lentur maksimal sebesar 59,67 kN dan kuat lentur maksimal sebesar 7,91 MPa untuk tulangan ulir dan selisih kekuatan lentur antara kedua jenis tulangan tersebut sebesar 21,9% dan terjadi pada beban lentur sebesar 21,1 %. Keretakan yang terjadi pada balok beton bertulang yang menggunakan tulangan polos sebagai tulangan utama terletak di daerah pusat pada ketiga sampel yang diuji. Sedangkan keretakan yang terjadi pada balok beton bertulang yang menggunakan tulangan ulir sebagai tulangan utama terletak di daerah diluar pusat (5% dari jarak antara titik perletakan). Dalam penggunaannya, tulangan ulir lebih disarankan pada konstruksi besar karena dapat menahan beban yang lebih besar dibandingkan tulangan polos. Sedangkan tulangan polos disarankan pada konstruksi sederhana agar lebih ekonomis. Kata kunci: kuat lentur, tulangan ulir, tulangan polos.} }