@thesis{thesis, author={Qalbi Ummul}, title ={SCREENING PENYAKIT MENULAR HIV/AIDS PADA PEKERJA PELABUHAN DI WILAYAH KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I MAKASSAR}, year={2023}, url={http://repository.umi.ac.id/4460/}, abstract={Screening adalah cara untuk mengidentifikasi penyakit yang belum terdeteksi melalui tes atau pemeriksaan yang dapat dengan cepat memisahkan orang yang mederita dengan orang yang tidak menderita penyakit. HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrom dengan cara menyerang sel darah putih sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kematian. Meningkatnya infeksi HIV di Asia Tenggara telah meningkatkan kesadaran akan penularan maupun penyebaran HIV di Indonesia. Berdasarkan Profil Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 jumlah kasus orang yang terinfeksi penyakit HIV/AIDS pada Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 1.183, dari angka kasus tersebut terlihat mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kasus yang terinfeksi HIV/AIDS pada tahun 2021 yaitu sebanyak 1.227 penderita. Hasil yang didapatkan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar terkait hasil screening HIV/AIDS dari tahun 2020-2022 menunjukkan bahwa terdapat empat orang laki-laki yang terdeteksi positif HIV dari total 2.218 orang. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor secara dini penyakit HIV/AIDS pada pekerja di wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar. Penelitian tersebut merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik mengambil sampel dengan cara melakukan screening HIV dengan metode pengambilan sampel darah kapiler diambil dari 108 orang untuk pemeriksaan laboraturium. Pemungutan data memakai kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji Univariat dengan menggunakan SPSS. Dari hasil pengujian Screening tahun 2023, diperoleh yakni sebagian besar yang mengikuti screening HIV/AIDS adalah orang yang bekerja sebagai buruh sebanyak 80 responden (74,1%), dimana berada pada kelompok umur tua > 40 tahun sebanyak 55 responden (50,9%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 42 responden (38,9%), dan pengetahuan responden tentang HIV/AIDS kurang yaitu sebanyak 63 responden (58,3%), serta hasil dari screening HIV/AIDS tidak ditemukan responden yang reaktif. Diharapkan kepada para pekerja untuk tetap harus rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mempertahankan hasil yang optimal.} }