@thesis{thesis, author={SESILAWATI RISMA}, title ={PENERAPAN POSISI ORTHOPNEA PADA PASIEN TB PARU UNTUK PENURUNAN SESAK NAPAS DIRUANGAN IGD RSUD SYEKH YUSUF GOWA}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7263/}, abstract={Tuberculosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobakterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai jenis organ dan paling banyak menyerang paru-paru, Tujuan: Penelitian ini untuk menentukan perubahan pola nafas setelah dilakukan tindakan pemberian posisi orthopnea. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan cara menetapkan metode studi kasus yang dapat mengeksplorasi masalah Asuhan Keperawatan pada pasien yang mengalami TB Paru. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan pola napas tidak efektif setelah di berikan tindakan posisi orthopnea yang ditandai dengan status respirasi awal 35 x/menit menurun menjadi 28 x/menit Spo2: 89% menjadi 98%. Kesimpulan: berdasarkan hasil pembahasan terhadap hasil implementasi yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa posisi orthopnea efektif terhadap penurunan sesak nafas pada Tn. J dengan keluhan sesak dan batuk serta dapat dijadikan intervensi keperawatan dalam menurunkan. Tindakan tersebut dapat memperbaiki bersihan jalan napas dan intoleransi aktivitas dengan cara melakukan posisi orthopnea sehingga dapat menurunkan sesak pada pasien yang diakibatkan oleh penyakit TB Paru. Saran: diharapkan keluarga dan pasien dapat menangani masalah yang dialami oleh pasien dengan memberikan posisi orthopnea secara mandiri dirumah ketika mengalami kekambuhan untuk menurunkan sesak napas. Pulmonary tuberculosis is a disease caused by mycobacterium tuberculosis which can attack various types of organs and most commonly attacks the lungs. Objective: This study was to determine changes in breathing patterns after orthopnea positioning. Method: This type of research is descriptive by establishing a case study method that can explore the problem of Nursing Care in patients with Pulmonary TB. Results: This study shows that there is a change in ineffective breathing patterns after orthopnea positioning is given, which is characterized by an initial respiratory status of 35 x/minute decreasing to 28 x/minute Spo2: 89% to 98%. Conclusion: based on the results of the discussion of the results of the implementation carried out, it can be concluded that the orthopnea position is effective in reducing shortness of breath in Mr. J with complaints of shortness of breath and coughing and can be used as a nursing intervention in reducing. This action can improve airway clearance and activity intolerance by performing the orthopnea position so that it can reduce shortness of breath in patients caused by Pulmonary TB. Suggestion: it is hoped that families and patients can handle the problems experienced by patients by providing an orthopnea position independently at home when experiencing a relapse to reduce shortness of breath.} }