@thesis{thesis, author={Mustaqimah Muthiyah Vivi}, title ={SKRIPSI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI KASSI KOTA MAKASSAR TAHUN 2024}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7382/}, abstract={Kondisi kronis yang dikenal sebagai diabetes melitus berkembang saat pankreas tidak menghasilkan insulin dengan jumlah yang sesuai atau tubuh tidak memakai insulin secara efektif. Komplikasi serius yang memengaruhi sistem kardiovaskular, sirkulasi, penglihatan, fungsi ginjal, dan sistem saraf dapat berkembang akibat penyakit ini jika tidak diobati dengan baik. Setelah hipertensi, diabetes melitus menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit tidak menular pada tahun 2023 menurut hasil survei di Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar. Kasus diabetes melitus di Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar meningkat sebesar 2.015 kasus pada tahun 2022, dan meningkat sebesar 2.842 kasus pada tahun 2023, peningkatannya sangat meningkat. Sebanyak 720 kasus diabetes melitus pada orang berusia 45 sampai 64 tahun pada periode Januari-Oktober 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar Tahun 2024. Penelitian ini menerapkan strategi penelitian cross-sectional berdasarkan data survei dan merupakan penelitian observasional analitik. Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 120 orang yang diambil dengan menggunakan pendekatan purposive sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 3.661 orang. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, lalu dianalisis dengan uji chi-square melalui tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian ini menggambarkan adanya korelasi antara prevalensi diabetes melitus dengan faktor-faktor seperti riwayat keluarga (ρ = 0,002), tingkat aktivitas fisik (ρ = 0,004), kebiasaan makan (ρ = 0,001), serta tingkat stres (ρ = 0,000). Di Puskesmas Kassi Kota Makassar tahun 2024 tidak ditemukan korelasi antara kejadian diabetes melitus dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) (ρ = 0,241). xix Peneliti mengharapkan agar puskesmas dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif terkait diabetes melitus. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, memfasilitasi pemeriksaan gula darah, dan memberikan informasi yang mudah diakses melalui poster atau leaflet.} }