@thesis{thesis, author={Winariani Winariani}, title ={Analisis Pendapatan dan Sikap Petani terhadap Penggunaan Benih Padi Varietas Uggul di Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone (Studi Kasus pada Kelompok Tani yang Menggunakan Benih Padi Inpari 32).}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7388/}, abstract={Padi merupakan salah satu tanaman utama di Indonesia yang menghasilkan makanan pokok terbesar yaitu komoditi beras yang dikonsumsi masyarakat. Beras merupakan komoditi strategis karena selain sebagai sumber pokok juga menjadi sumber penghasilan bagi petani. Pemerintah terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan melalui swasembada beras. Salah satu aspek teknis, teknologi yang digunakan adalah penggunaan benih unggul karena penggunaan benih bermutu merupakan kupnci sukses dalam usahatani padi. Sikap petani dapat memengaruhi keputusan dan perilaku mereka dalam berusahatani. Petani dengan sikap positif terhadap inovasi pertanian cenderung lebih terbuka untuk mencoba teknologi dan metode baru, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Mengidentifkasi karakteristik petani padi, (2). Mengidentifikasi produksi dan menganalisis pendapatan petani padi varietas unggul, (3). Menganalisis sikap petani terhadap penggunaan benih padi varietas unggul, (4). Mendeskripsikan kendala petani dalam penggunaan benih padi varietas unggul di Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Sampel dari penelitian ini adalah kelompok tani yang menggunakan benih padi varietas unggul inpari 32 di Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone dengan jumlah sampel sebanyak 72 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis multiatribut fishbein. Hasil penelitian ini yaitu (1). Rata-rata petani berada pada usia 45 Tahun, didominasi laki-laki, tingkat pendidikan terbanyak SMA, dan rata-rata memiliki pengalaman bertani 18 tahun. Luas lahan yang dikelola rata-rata 0,51 hektar. (2). Rata-rata produksi padi sawah varietas unggul sebesar 5.459 kg/ha dengan penerimaan rata-rata Rp 35.480.388/ha. Setelah dikurangi total biaya produksi, rata-rata pendapatan bersih petani mencapai Rp 24.594.976/ha yang menunjukkan bahwa penggunaan benih varietas unggul inpari 32 menguntungkan bagi petani. (3). Sikap petani terhadap penggunaan benih padi varietas unggul tergolong baik. Atribut yang paling dipercaya dan dianggap penting adalah rasa nasi, harga benih, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta mutu benih. Rata-rata tingkat kepercayaan petani terhadap atribut benih unggul inpari 32 adalah 4,01 (kategori setuju) dan tingkat kepentingan 4,41 (kategori sangat penting) sehingga menghasilkan rata-rata untuk analisis multiatribut fishbein yaitu 17,79 (kategori baik). (4). Hambatan utama yang dihadapi petani meliputi serangan hama dan penyakit, ketersediaan air yang belum memadai, tidak memiliki akses ke sumber air yang memadai dan harus bergantung pada curah hujan.} }