@thesis{thesis, author={RAHMAH NUR AFIFAH}, title ={HUBUNGAN PENERAPAN INTERNAL MARKETING TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD HAJI MAKASSAR TAHUN 2024}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7393/}, abstract={Kepuasan kerja adalah konsep tentang bagaimana karyawan menilai dan memandang pekerjaan mereka, khususnya berkaitan dengan kepuasan yang mereka rasakan di tempat kerja maupun dalam pekerjaan itu sendiri. Berdasarkan data kepuasan kerja perawat di RSUD Haji Makassar terlihat bahwa tahun 2021 perawat pada unit rawat jalan merasa puas sebesar 72,6% dan tidak puas sebesar 27,4%, kemudian pada tahun 2022 perawat pada unit rawat jalan merasa puas sebesar 68,2% dan tidak puas sebesar 31,8%, dan pada tahun 2023 perawat pada unit rawat jalan merasa puas sebesar 52,7% dan tidak puas sebesar 47,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan internal marketing berdasarkan komunikasi, pelatihan dan pengembangan, penghargaan terhadap kepuasan kerja perawat di instalasi rawat jalan RSUD Haji Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Sampel penelitian ini sebanyak 42 perawat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan brivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara internal marketing berdasarkan komunikasi (p-value 0,001), dan internal marketing berdasarkan penghargaan (p-value 0,000) terhadap kepuasan kerja perawat, sedangkan internal marketing berdasarkan pelatihan dan pengembangan (p-value 0,253) tidak memiliki hubungan dengan kepuasan kerja perawat. Disarankan kepada perawat untuk lebih proaktif dalam menyampaikan kebutuhan dan kendala yang mereka alami kepada manajemen RS. Selain itu, rumah sakit perlu memperbaiki saluran komunikasi antara perawat, manajer, dan anggota tim lainnya. Kemudian Rumah sakit perlu menyediakan lebih banyak kesempatan pelatihan dan pengembangan bagi perawat untuk meningkatkan keterampilan profesional mereka. Serta Rumah sakit sebaiknya memperhatikan penghargaan terhadap perawat, baik berupa insentif finansial maupun pengakuan non-finansial, seperti penghargaan kinerja atau pemberian kesempatan promosi yang dapat mengurangi tingkat ketidakpuasan perawat.} }