@thesis{thesis, author={Muhammad Hidayat Muhammad Hidayat}, title ={Persepsi Petani Terhadap Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) Di Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara.}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7406/}, abstract={Sebagai negara berkembang, pertanian Indonesia sangat penting dalam menyediakan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi sumber pendapatan nasional serta devisa negara. Namun, risiko seperti bencana alam, perubahan iklim, dan fluktuasi harga pasar dapat menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi petani. Oleh karena itu, untuk melindungi petani dari risiko gagal panen, pemerintah meluncurkan Program Asuransi Pertanian Padi (OUTP). Di Kabupaten Luowu bagian utara, partisipasi karyawan dalam program AUTP berfluktuasi dan pada tahun 2024 menurun tajam. Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan karakteristik sosial ekonomi petani peserta Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (2) Mendeskripsikan prosedur keikutsertaan petani dan prosedur ganti rugi Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (3) Mendeskripsikan kegiatan keikutsertaan petani dalam program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (4) Mendeskripsikan risiko yang dialami petani peserta Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (5) Menganalisis persepsi petani terhadap Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), (6) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani terhadap Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP). Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara dan berlangsung selama 3 bulan yaitu Mei-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang mengikuti Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) yang ada di Kecamatan Bone-Bone dan sudah pernah mengklaim Asuransi dengan jumlah populasi sebanyak 180 petani. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 65 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik petani peserta Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) berada pada usia produktif 40–51 tahun (52,3%) dengan tingkat pendidikan dominan SMA (49,2%). Sebagian besar petani memiliki lahan sempit (0,15–0,80 ha) dan pengalaman berusahatani antara 18–32 tahun (55,4%). Rata-rata pendapatan petani per musim tanam adalah Rp26.941.583. Rata-rata produktivitas petani adalah 7.026 Kg/ha. (2) Prosedur keikutsertaan petani dalam program AUTP berjalan sesuai pedoman dan melibatkan berbagai pihak secara sinergis. Sosialisasi efektif meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya perlindungan usaha tani. Proses klaim diawali laporan gagal panen ke PPL dan ketua kelompok, dilanjutkan verifikasi oleh tim teknis dan PT Jasindo. Jika kerusakan ≥75%, klaim disetujui dan ganti rugi dibayarkan melalui koordinasi lintas lembaga, (3) Kegiatan keikutsertaan petani pada program AUTP berjalan dengan baik, namun tahap perencanaan dan evaluasi masih memerlukan penguatan, terutama dalam hal keterlibatan petani dan transparansi evaluasi, (4) Petani di Kecamatan Bone-Bone menghadapi berbagai tantangan dalam usahatani padi, mulai dari keterbatasan modal, tenaga kerja, hingga akses pasar. Risiko paling umum terjadi pada tahap panen, di mana 100% petani mengalami kerusakan hasil akibat hama atau cuaca ekstrem. Program AUTP sangat relevan karena memberikan perlindungan atas risiko tersebut. Meski tidak menanggung biaya input, AUTP membantu petani bangkit dari kerugian dan mendukung keberlanjutan usaha tani, khususnya bagi petani kecil yang rentan secara ekonomi, (5) Persepsi petani terhadap AUTP di Kecamatan Bone-Bone secara keseluruhan tergolong kategori tinggi dengan total skor 5.246, (6) Faktor pengetahuan, sosialisasi dan jumlah premi terbukti berpengaruh signifikan dan positif terhadap program AUTP.} }